Rabu, 23 Mei 2012
Distan Denpasar Belum Bisa Pastikan Jenis Ulat Bulu
Sabtu, 16 April 2011 07:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/4 (SIGAP) - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan) Kota Denpasar belum bisa memastikan jenis ulat bulu yang menyerang wilayah ibu kota Provinsi Bali itu.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan) Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, di Denpasar, Sabtu (16/4) mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan jenis hama itu karena hasil uji pemeriksaan contoh ulat di laboratorium Universitas Udayana belum diterima.

Meski belum menerima hasil dari laboratorium, pihaknya memperkirakan ulat bulu yang merebak di Denpasar merupakan jenis serangga pemakan daun. Jenisnya berbeda dengan yang ada di Jawa Timur dan sekitarnya.

Hal itu bisa dilihat dari bentuk badannya yang lebih kecil, berbulu halus dan tidak membahayakan, seperti menimbulkan gatal-gatal.

Dia menduga, munculnya hama binatang melata dengan populasi banyak itu akibat fenomena cuaca ekstrem yang terjadi cukup lama.

Gede Ambara menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk menekan serangan hama itu. Salah satu caranya dengan mengeluarkan surat edaran ke masyarakat untuk mewaspadai serangan ulat bulu di "Kami meminta masyarakat untuk terus waspada dan melaporkan jika menemukan serangan hama tersebut," kata , Sabtu.

Gede Ambara mengatakan, laporan bisa ditujukan langsung ke Distan Denpasar atua melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di masing-masing kecamatan.

Surat edaran tersebut sudah disampaikan ke empat kecamatan di ibu kota tujuan wisata internasional itu. Edaran itu disebar karena pihaknya khawatir serangan hama tersebut semakin meluas.

Hal itu dibuktikan dengan cukup banyaknya laporan yang selama sepekan terakhir sudah ditangani. Bentuk penanganan yang dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan insektisida di berbagai lokasi yang dilaporkan terserang ulat bulu.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bali, Nyoman Suteja, mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan tentang warga yang menderita sakit akibat serangan ulat bulu.

"Kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap serangan hama yang memakan dedaunan itu," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita