Rabu, 23 Mei 2012
Jateng Salurkan Rp 2,6 Triliun Kredit Usaha Rakyat
Minggu, 13 Juni 2010 08:59
AddThis Social Bookmark Button

 

Semarang, 13/6 (ANTARA) – Dari bulan januari hingga maret 2010, Penyaluran kredit usaha rakyat bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Jawa Tengah mencapai Rp2,6 triliun. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah Abdul Sulhadi di Semarang, Minggu, mengatakan, jumlah penerima kucuran kredit ini mencapai 510 ribu debitur dari total jumlah UMKM di provinsi ini yang mencapai 3,6 juta unit usaha.

"Sebagian besar debitur yang memanfaatkan pinjaman ini merupakan usaha mikro," katanya.

Menurut dia, persentase pinjaman bermasalah dalam penyaluran kredit untuk sektor usaha kecil ini hanya sekitar 4,1 persen, di bawah rata-rata tingkat kredit bermalah secara nasional sebesar 4,5 persen.

Meski kredit usaha rakyat yang disalurkan cukup besar, kata dia, masih terdapat kendala, terutama bagi sektor usaha di sektor pertanian dan perdagangan yang masih rendah dalam pemanfaatan kredit.

Ia menjelaskan tingkat bunga pinjaman yang cukup tinggi menjadi salah satu penyebab sejumlah sektor tersebut belum memanfaatkan keberadaan kredit tanpa agunan ini.

Ia menuturkan, akibat bunga tinggi ini, hanya sektor jasa dan industri pengolahan yang lebih banyak memanfaatkan kredit usaha rakyat.

"Untuk itu, perlu ada subsidi bunga agar sektor lain yang belum memanfaatkan pinjaman ini dapat dioptimalkan," katanya.

Sementara itu, Bank Jateng menyalurkan Rp52 miliar kredit usaha rakyat selama triwulan pertama 2010.

Direktur Utama Bank Jateng Haryono mengatakan badan usaha yang dipimpinnya menargetkan penyaluran sekitar Rp250 miliar kredit usaha rakyat pada 2010.

Menurut dia, kredit yang dibiayai oleh pemerintah ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menambah permodalan.

Ke depan, lanjut dia, Bank Jateng akan terus berupaya meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat, khususnya untuk sektor UMKM, mengingat persentase pinjaman bermasalahnya relatif kecil

Sebelumnya, pemerintah berencana meningkatkan anggaran KUR sepuluh kali lipat dari alokasi sekarang, yang hanya Rp 2 triliun. (laporan ws prasetia/ant)

 

 

Arsip Berita