Rabu, 23 Mei 2012
Bengawan Solo Di Bojonegoro Masuk Siaga II
Sabtu, 16 April 2011 07:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/4 (SIGAP) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jatim, Sabtu memberlakukan siaga II menghadapi ancaman luapan Bengawan Solo, yang mencapai ketinggian air 14,15 meter pukul 11.00 WIB.

Petugas Piket di UPT Pengelolaan Sumberdaya Air Bengawan Solo di Bojonegoro, Djayadi menjelaskan, meningkatnya air permukaan Bengawan Solo, akibat hujan lokal yang terjadi di wilayah Bojonegoro, juga Blora Jateng.

Di daerah Bengawan Solo hulu Jateng, juga di daerah Ngawi dan Kali Madiun, Madiun, tidak ada laporan terjadi peningkatan air di wilayah setempat.

Permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro, yang semula di bawah siaga banjir, sejak sehari lalu, mulai merangkak naik baik permukaan air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngaho, juga di Bojonegoro, termasuk di Babat, Lamongan.

"Di daerah Bojonegoro dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir selalu turun hujan," katanya menjelaskan.

Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro, mulai menunjukkan peningkatan yang cukup tajam, Sabtu pukul 06.00 WIB dengan ketinggian air di Bojonegoro mencapai 13,60 meter (siaga I).

Menyusul setelah itu, tiga jam kemudian air meningkat menjadi 14.00 meter (siaga II) dan 14.11 meter pukul 10.00 WIB dan terakhir 14.15 meter pukul 11.00 WIB."Permukaan air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, masih dibawah siaga banjir kisaran 26,00 meter," katanya menambahkan.

Kenaikan air juga terjadi di Babat, Lamongan, mencapai 6,87 meter (siaga I) pukul 10.00 WIB dan Pelangwot, Kecamatan Laren, Lamongan 4,56 meter (siaga II) dan Karanggeneng, Lamongan 3,45 meter (siaga II)."Air di daerah hilir masih ada kecenderungan meningkat, sebab juga ada laporan masuk air di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jateng, dilepas," katanya.

Secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Kasiyanto menyatakan, kewaspadaan menghadapi kemungkinan banjir sungai terpanjang di Jawa di Bojonegoro, masih tetap dilakukan. Alasannya, berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, pada April ini turun hujan dengan sifat hujan normal dan di atas normal.

"Kewaspadaan tetap kita lakukan, sebab dengan curah hujan di atas normal banjir sewaktu-waktu bisa terjadi," katanya menegaskan. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita