Rabu, 23 Mei 2012
BPBD Kaur Simulasikan Bencana Gempa dan Tsunami
Sabtu, 16 April 2011 06:59
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/4 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur akan menggelar simulasi bencana gempa bumi dan tsunami secara rutin, mengingat daerah itu salah satu wilayah rawan bencana tersebut.

"Kami akan menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami di Desa Linau, Kecamatan Maje setempat pekan depan, dengan melibatkan seluruh warga daerah ini," kata Kepala BPBD Kaur Ir Yetminson di Bengkulu, Sabtu (16/4).

BPBD dalam simulasi itu hanya memberikan pengertian kepada warga apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana, misalnya gempa dilanjutkan tsunmi, sedangkan Desa linau berada dibibir pantai.

Di samping itu, akan memberikan pelatihan kepada tim relawan yang membidangi bencana alam, sehingga mereka tidak bingung mengatasi jika terjadi bencana alam tersebut.

Para peserta terdiri atas satuan petugas dan seluruh unsur terkait akan memperagakan bagaimana tindakan mereka jika di daerah kaur dilada bencana besar dengan diguncang gempa berkekuatan tinggi.

Dengan adanya simulasi diharapkan warga memahami tata cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi karena selama ini warga akan panik, bila musibah gempa terjadi, sehingga kerugian material dan nyawa tidak bisa dihindarkan.

Dalam simulasi tersebut akan diperagakan, situasi bencana seperti benar-benar terjadi yaitu wilayah Kaur dilanda gempa bumi pada siang hari, disaat itu masyarakat sedang melakukan aktifitasnya sehari-hari.

Begitu juga para siswa sedang asik belajar,kondisi pasar para ibu sedang berbelanja hingga kegiatan perkantoran sedang berlangsung normal, dan tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan kejadian gempa bumi cukup besar.

Dalam simulasi itu, gempa diperkirakan berkekuatan 8,3 Skala Richer (SR) hingga seluruh warga , terutama di kawasan pantai akan panik berhamburan menyelamatkan diri masing-masing.

Semua bangunan dikondisikan bergetar termasuk alat peringatan dini seperti suara kentongan, pukulan pada tiang listrik dan teriakan penyelamatan serta takbir bersahutan dimana-mana, disaat itulah tim BPBD dan sejumlah relawan akan melakukan evakuasi.

"Kami juga telah menyusun program sosialisasi pada masyarakat, asal-usul terjadinya bencana alam gempa bumi hingga tata cara penyelamatan," ujar Yetminson.

Kepala Desa Linau Sirajudin mengatakan bahwa daerahnya berada di kawasan pantai, dan bila terjadi bencana gempa air laut dengan sendirinya naik walau bukan tsunami.

Hal itu terlihat beberapa kali gempa besar melanda Bengkulu belum lama ini termasuk tsuanmi di Aceh juga berimbas ke Linau yaitu air pasang naik sampai satu meter hingga merendam jalan nasional setempat.

"Kami sangat mengharapkan simulasi di daerah ini rutin digelar agar masyarakat bisa menyelamatkan diri saat bencana gempa dan tsunami tiba," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita