Rabu, 23 Mei 2012
Gelar Pelatihan Manajemen Krisis, Istana Gandeng Harvard
Minggu, 13 Juni 2010 08:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/6 (Sigap) - Setelah mengumpulkan Ahli Gempa bumi, Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana menggelar pelatihan kepemimpinan manajemen krisis (Crisis Management Leadership) bagi para kepala daerah. Pematerinya adalah tim dari Universitas Harvard, AS.

"Pelatihan ini penting, mengingat dalam banyak kasus, para pemimpin di daerah kelihatan gamang dalam merumuskan langkah-langkah yang cepat dan tepat apabila terjadi gempa di wilayahnya,” kata Soeyanto PhD, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, kepada Sigap, Sabtu (13/6/2010).

Menurut jadwal, pelatihan manajemen krisis akan berlangsung pada 24-29 Juni 2010. Tim pemateri dari Universitas Harvard akan dipimpin Professor Antony Saich yang merupakan pakar bidang ilmu pelayanan publik.

Materi pelatihan cukup beragam. Meliputi manajemen resiko dari bencana besar, pengelolaan tantangan tanggap darurat, pemilihan model manajemen bencana yang tepat, serta penguatan kesiagaan bencana di Indonesia.

“Beberapa kepala daerah sudah menyatakan tertarik untuk ikut. Pelatihan ini akan menambah pemahaman bupati, walikota dan gubernur mengenai pentingnya mengambil inistiatif dengan tidak melupakan mekanisme koordinasi yang ada. Mereka juga akan didorong untuk mencari pola yang tepat dalam rangka kampanye sadar gempa di wilayah masing-masing,” kata Soeyanto tentang peserta pelatihan.

Selain memberikan pelatihan, tim dari AS itu juga dijadwalkan Sekolah Pasca Sarjana Bidang Gempabumi dan Tektonik Aktif (Graduate Research School for Earthquake and Active Tectonics/ GREAT) milik Institut Teknologi Bandung. Sekaligus mengadakan pertemuan dengan pakar gempa dari berbagai kampus dan lembaga riset di Indonesia dan pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (laporan wa prasetia)

 

Arsip Berita