Rabu, 23 Mei 2012
Pemkab NTT Kirim Bantuan Beras 4,5 Ton Untuk Bencana Belu
Jumat, 15 April 2011 04:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 15/4 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengirim bantuan beras sebanyak 4,5 ton untuk korban bencana banjir Benenain di Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Piet Manuk, di Kupang, Jum'at (15/4) mengatakan, selain bantuan pangan, pemerintah juga mengirim bantuan berupa perahu karet untuk kepentingan evakuasi warga desa yang terjebak banjir.

"Jadi tidak benar kalau pemerintah tidak memberikan perhatian. Kita sudah menyalurkan bantuan beras 4,5 ton, terpal, tikar, mi instan, minyak goreng, saus dan ikan kering," katanya.

Dirinya menjelaskan, bantuan beras beserta lainnya tersebut disalurkan dalam tiga tahap. Tahap pertama satu ton beras, tahap kedua setengah ton dan tahap ketiga yang diserahkan Wakil Gubernur NTT awal pekan ini sebanyak tiga ton.

Menurutnya, kalaupun bantuan tersebut belum sampai ke tangan warga, maka pihaknya akan melakukan konfirmasi dengan Pemerintah Kabupaten Belu, karena proses distribusi dilakukan pemerintah setempat.

"Bantuan sudah kita serahkan kepada pemerintah setempat. Pemerintah setempat yang mengatur distribusi karena memang mereka lebih paham tentang kondisi di lapangan," katanya.

Bencana banjir melanda 12 desa dari 36 desa di hilir Sungai Benenai, Kabupaten Belu yang terjadi sejak 28 Maret lalu itu karena empat sungai besar di kawasan cagar alam Mutis meluap.

Belasan desa yang terendam banjir itu adalah Desa Alas Selatan (Kecamatan Kobalima Timur), Desa Rainawe, Desa Fahiluka, Desa Lawalu (Kecamatan Malaka Tengah).

Lalu, Desa Railor dan Desa Naimana (Kecamatan Malaka Barat), Desa Kleseleon, Motaulun, Umatoos, Lasaen, Fafoe, Sikun dan Oanmane (Kecamatan Weliman), Desa Forekmodok, Angkaes, Wederok dan Umalawain.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Belu itu merupakan banjir kiriman dari Sungai Noelmina yang berhulu di Desa Nenas dan Sungai Noelfael dengan hulu di Desa Nuapin, Kabupaten Kupang.

Banjir kiriman lain berasal dari sungai Noelbessi, berhulu di Desa Tasinifu, Kabupaten Timor Tengah Utara, semuanya bermuara ke hilir sungai Benenain di Kabupaten Belu hingga meluap dan menimbun rumah dan kebun warga. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita