Rabu, 23 Mei 2012
Pemkab Sumbawa Barat Antisipasi Serangan Ulat Bulu
Jumat, 15 April 2011 04:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 15/4 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, mulai mengantisipasi serangan ulat bulu, menyusul ditemukannya orgamisme pengganggu tanaman itu di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Barat.

Asisten Administrasi Pembangunan Sumbawa Barat M Saleh Ashadi ketika dihubungi dari Mataram, Jumat (15/4)mengatakan, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Kehutanan Perkebunan diminta meningkatkan kewaspadaan dini untuk mengantisipasi masalah tersebut.

"Kami pada Kamis (14/4) sudah menggelar rapat koordinasi. Dua instansi itu tengah melakukan survei dan pemetaan wilayah pertanian dan wilayah lainnya untuk mengecek kemungkinan hama ulat bulu yang ada di Sumbawa Barat memiliki kesamaan seperti yang ditemukan di Lombok Timur dan sejumlah wilayah di Jawa Timur," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat meyakini seluruh wilayah di Indonesia termasuk NTB berpotensi terkena serangan ulat bulu. Kondisi itu dimungkinkan karena buruknya siklus cuaca dan iklim basah yang merata terjadi hampir di seluruh Tanah Air.

Ashadi mengatakan, pemerintah belum bisa memastikan apakah ulat bulu itu akan merusak pertanian, lingkungan dan menimbulkan penyait bagi manusia.

Langkah pencegahan seperti ini setidaknya bisa meminimalisasikan dampak buruk yang terjadi, apalagi sebagian besar wilayah Sumbawa Barat rentan dilanda cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi.

"Terus terang kami khawatir cuaca yang terjadi juga bisa membawa hama ulat bulu ini. Setelah dilakukan survei dan penelitian, kami akan melaporkannya ke pemerintah provinsi dan pusat," kata Saleh.

Serangan ulat bulu sebelumnya ditemukan di sejumlah desa di Probolinggo, Jawa Timur, kemudian menyebar sampai ke Pulau Bali dan Pulau Lombok.

Di Lombok Timur wabah serupa menyerang Desa Apit Aik. Jika ulat bulu di Probolinggo menyerang pohon mangga, di Desa Apit Aik menyerang pohon kedondong. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita