Rabu, 23 Mei 2012
Peneliti ITB Kembangkan Robot Penanggulangan Bencana Alam
Kamis, 14 April 2011 05:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/4 (SIGAP) - Peneliti Robot dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sedang melakukan penelitian robot untuk penanggulangan dan penyelamatan bencana alam di Indonesia.

Peneliti Robot ITB Kusprasapta Mutijarsa, di Bandung, Kamis (14/4) mengatakan, pengembangan robot untuk penanggulangan dan penyelamatan bencana alam ini terinspirasi dari kejadian gempa bumi di Bantul.

Kusprasapta menjelaskan, riset untuk membuat robot penanggulangan dan penyelamatan bencana alam tersebut sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

"Risetnya sendiri sudah sejak tiga tahun lalu dan sampai saat ini kami masih pengembangan risetnya," kata Kusprasapta yang juga menjadi Tim Pendamping mahasiswa ITB dalam ajang "Trinity Collage Fire Fighting Home Robot Contest and RoboWaiter Competition 2011".

Menurutnya, robot penanggulangan dan penyelamatan bencana alam ini akan memiliki dimensi dengan panjang sekitar 30 cm, lebar 20 cm dan tinggi sekitar 15-20 cm.

Kusprasapta mengatakan, pembuatan dan penelitian robot tersebut dilakukan oleh STEI dan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

Dikatakannya, robot cerdas tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sebuah kotak makanan dan P3K.

"Selain dilengkapi sensor ultrasonik, kamera untuk mengendalinya oleh manusia, robot ini juga akan dilengkapi kotak kecil untuk perlengkapan P3K dan makanan," ujar Kusprasapta.

Menurutnya, kinerja dari robot penanggulangan bencana ini akan berjalan menyusuri daerah bencana alam dan akan mencari korban-korban bencana alam.

"Robot ini bisa berjalan hingga radius ratusan meter di daerah bencana alam, hanya saja kita masih mengembangkan apakah robot ini jenisnya akan berkaki atau seperti tank," ujarnya.

Dirinya menambahkan, penelitian untuk membuat dan mengembangkan robot penanggulangan bencana alam ini masih sangat kurang, tidak hanya di Indonesia namun di negara lain juga sama.

Kusprasapta menuturkan, faktor dana dan komponen robot yang sebagian dibuat di luar negeri menjadi kendala utama dalam pengembangan riset robot. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita