Rabu, 23 Mei 2012
Dispertanbunhut Boyolali Minta UPT Antispasi Penyebaran Ulat Bulu
Kamis, 14 April 2011 05:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/4 (SIGAP) - Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali Wisnu Hermadi di Boyolali, Kamis (14/) meminta petugas unit teknis pelaksana di 19 kecamatan segera melakukan langkah antisipasi untuk mengendalikan penyebaran ulat bulu yang mulai masuk wilayah ini.

Menurut Wisnu, pihaknya sudah menerima laporan dari UPT di Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, bahwa ulat bulu sudah menyebar di sekitar 20 hingga 30 pohon di Dukuh Ngawen, Desa Banyusri.

Oleh karena itu, pihaknya langsung memerintahkan petugas terkait untuk melakukan antisipasi dengan cara pembakaran. Ulat bulu di pohon dibakar atau pohonnya ditebang langsung dilakukan pembakaran.

"Ulat bulu ini banyak menyerang pohon mangga dan sebagian jenis ketapang," katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan petugas lapangan untuk mengumpulkan larva atau sebelum berubah menjadi ulat untuk dibakar.

"Jumlahnya belum terlalu banyak sehingga kami melakukan antisipasi dengan cara mekanis atau dibakar," katanya.

Dirinya menjelaskan, ulat bulu yang menyebabkan rasa gatal pada kulit manusia ini, menyebar melalui telur kupu-kupu yang terbawa oleh mobil dari daerah lain.

Bahkan, populasi ulat bulu bisa berkembang dengan baik akibat kondisi cuaca yang cukup lembab.

"Kami meminta UPT di seluruh kecamatan Boyolali terus melakukan antisipasi dengan memantau penyebaran ulat bulu. Jika ada langsung dilaporkan agar cepat ditangani dan tidak menyebar ke daerah lain," katanya.

Sementara itu, Camat Wonosegoro Binasih Setyono mengatakan, kemunculan ulat bulu di wilayah Wonosegoro diketahui warga setempat pada Selasa (12/4). Ulat bulu berwarna putih bening awalnya menempel di pohon ketapang pinggir jalan desa setempat.

Menurutnya, ribuan ulat bulu di pohon ketapang tersebut semula hanya menempel tiga pohon, tetapi serangga itu kemudian menyebar di pohon mangga milik warga setempat.

Penyebaran ulat bulu di puluhan pohon tersebut, kata dia, membuat resah warga sekitar sehingga pihaknya melaporkan kejadian itu ke Pemkab dan langsung dilakukan penanganan. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita