Rabu, 23 Mei 2012
USGS: Gempa 6,1 SR Guncang Lepas Pantai Jepang Timur
Kamis, 14 April 2011 02:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/4 (SIGAP) - Laporan U.S. Geological Survey (SGS) di jejaringnya, Rabu (13/4) waktu Amerika mengatakan terjadi gempa dengan kekuatan 6,1 pada skala Richter mengguncang lepas pantai Honshu, Jepang timur. Namun tak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan Pacific Tsunami Warning Centre.

Guncangan itu terjadi pada pukul 05:57, Kamis waktu Jepang, (Kamis, 02:57 WIB), dengan kedalaman 11,2 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 537 kilometer di sebelah timur-laut ibu kota Jepang, Tokyo, dan 190 kilometer di sebelah timur Morioka, Honshu, kata USGS.

Belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa.

Gempa dengan kekuatan 9,0 pada skala Richter dan tsunami setelahnya memporakporandakan Jepang timur-laut pada 11 Maret, sehingga menewaskan lebih dari 13.000 orang dan membuat lebih dari 15.000 orang lagi hilang.

Sejumlah gempa kuat susulan telah mengguncang negeri tersebut sejak itu.

Kantor Kabinet, Rabu, memangkas penilaiannya mengenai ekonomi nomor tiga di dunia untuk pertama kali dalam enam bulan, sehubungan dengan bencana tektonik bulan lalu.

Tindakan itu dilakukan sehari setelah bencana nuklir Jepang dinaikkan ke tingkat tujuh --kategori "kecelakaan besar" yang sama dengan Chernobyl. Namun para pejabat menekankan bahwa radiasi yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan Chernobyl dan tak seorang pun tewas akibat kontaminasi.

Gempa yang meluluhlantakkan Jepang, Jumat, 11/3/2011, ternyata sudah diramalkan sebelumnya. Namun, para peneliti tidak tahu bahwa kekuatan gempa itu sangat dahsyat.

Seorang peneliti di divisi Penelitian Seismik , Sadayuki Kitagawa mengatakan sebetulnya mereka sudah meramalkan gempa bumi bakal terjadi di sekitar pantai Fukushima dan Ibaraki.

Namun mereka tidak mengetahui kekuatan gempa itu dan akan memicu tsunami.

Penjaga pantai Jepang pada 6 April mengatakan dasar laut di dekat pusat gempa dahsyat bergeser 24 meter.

Sejumlah sensor memperlihatkan salah satu bagian dasar laut menjorok ke arah timur-tenggara hingga 24 meter dari posisi semula.

Pergerakan tanah bawah laut tersebut empat kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang teramati di darat, tempat bagian dari semenanjung Oshika di perfektur Miyagi diketahui telah bergeser 5,3 meter.

USGS mengatakan, pada Maret bahwa gempa kuat itu juga telah menggeser pulau utama Jepang, Honshu, 2,4 meter. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita