Rabu, 23 Mei 2012
Pengangguran Di Kaltim Masih Tinggi
Kamis, 14 April 2011 02:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/4 (SIGAP) - Jumlah warga Kalimantan Timur yang berstatus sebagai pengangguran masih cukup tinggi berdasarkan data 2010 masih terdapat 10,10%, sedangkan secara nasional rata-rata penganggur sudah berada di angka 8,24%.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setprov Kaltim Aji Sayid Fathur Rahman di Samarinda, Kamis (14/4) mengatakan, jumlah pengangguran di Kaltim dari tahun ke tahun terus menurun, paling tidak bisa dilihat dari tahun 2008 jumlah pengangguran sebanyak 11,11 persen, kemudian 2009 menurun menjadi 10,83 persen, dan pada 2010 kembali turun menjadi 10,10%.

Dari jumlah pengangguran pada 2010 sebesar 10,10% tersebut, berarti dari 1,648 juta jumlah pencari kerja, terdapat 166 ribu pengangguran di Kaltim, sehingga angka penganggur ini harus terus diturunkan.

Dirinya melanjutkan, pengangguran merupakan salah satu masalah yang harus diatasi, apalagi jika dikaitkan dengan keinginan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika jumlah pengangguran dapat dikurangi, maka akan dapat mengurangi jumlah penduduk miskin. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, jumlah penduduk miskin pada 2010 sebanyak 243.000 orang. Angka ini berada pada urutan ke lima terendah di Indonesia.

Guna menekan angka pengnagguran, ucapnya, maka salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Kaltim. BLK tersebut harus diberdayakan dengan baik, di samping sejumlah BLK milik swasta dan milik kabupaten serta kota.

Saat ini daya tampung tujuh BLK milik Kaltim yang tersebar di sejumlah daerah baru mencapai sekitar 800 tenaga kerja. Ke depan, Pemprov bakal menambah sejumlah BLK lagi di daerah-daerah yang sangat membutuhkan pelatihan keterampilan.

Cara lain yang ditempuh untuk menekan angka pengangguran adalah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dengan upaya meningkatkan sektor pertanian dalam arti luas, seperti perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, dan pertanian tanaman pangan.

Hal ini sudah terlihat di subsektor perkebunan pada tiga perkebunan sawit besar di Kabupaten Kutai Timur yang telah dikerjasamakan dengan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

Dari hasil kerjasa itu, kemudian berdiri tiga perusahaan perkebunan sawit, yakni PT Swakarsa Sinar Sentosa, PT Nusa Indah Kaltim, PT Sawit Kaltim Sejahtera. Tiga perusahaan ini membutuhkan 4.640 tenaga kerja sehingga menjadi peluang besar bagi Kaltim.

SIGAP mencatat, secara nasional pemerintah menempatkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama. Program dilakukan secara berlapis sehingga mendorong rakyat miskin dapat mandiri. Tercatat angka pengangguran berkurang dari 9,9% pada 2004 menjadi 7,9% pada 2009. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita