Rabu, 23 Mei 2012
Distan Sukabumi Siaga Serangan Ulat Bulu
Rabu, 13 April 2011 07:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/4 (SIGAP) - Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi, mulai siaga terhadap serangan ulat bulu yang sampai saat sudah menyebar di beberapa daerah di Jawa Barat.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian (Distan) dan Tanaman Pangan setempat Sudrajat kepada wartawan di Sukabumi, Rabu (13/4).

Sudrajat menuturkan, untuk mencegah penyebaran hama ini pihaknya juga telah mengerahkan petugas pengendalian organisme pengganggu tanaman. Selain itu, walaupun pihaknya sudah menemukan adanya hama ulat bulu di bebeberapa lokasi pertanian kondisinya masih normal, karena tidak seperti yang terjadi di daerah lain.

"Ulat bulu yang ditemukan merupakan jenis ulat yang sudah ada sebelumnya dan jumlahnya pun masih sangat sedikit," tuturnya.

Dirinya menambahkan, ulat bulu yang ditemukan di kabupaten ini tidak mengganggu tanaman milik petani atau warga. Namun, pihaknya tetap mengimbau kepada warga agar segera melaporkan kepada pihaknya jika ditemukan ulat bulu dengan jumlah yang banyak dan jenisnya yang berbeda seperti ulat bulu pada umumnya.

"Untuk melakukan pembasmian kami sudah menyiapkan alat dan obat anti serangga seperti desinfektan dan lainnya," tambah Sudrajat.

Menurutnya, bisa saja larva ulat bulu sampai ke Sukabumi karena menempel di kendaraan atau terbawa angin, tetapi pihaknya yakin serang hama ulat bulu yang saat ini menyerang Jawa Timur dan beberapa daerah di Jabar tidak akan sampai ke Sukabumi karena lokasinya yang jauh.

"Bisa saja hama ini menyebar sampai Sukabumi tergantung kecepatan dan arah angin, karena perkembangan ulat bulu dibantu oleh angin," ujarnya.

Pihaknya juga sudah mendapatkan surat peringatan dari Dinas Pertanian Provinsi Jabar untuk selalu waspada akan serangan hama ulat bulu yang bisa saja menyerang wilayah di setiap kabupaten.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sukabumi, Maman Suparman menuturkan bahwa pihaknya cukup khawatir dengan serangan hama ulat bulu yang sudah menyebar sampai ke beberapa daerah di Jabar. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan tindakan pencegahan.

"Walaupun saat ini belum ditemukan adanya hama ulat bulu yang menyerang lahan pertanian, tetapi kami cukup khawatir karena di daerah lain di Jabar sudah ditemukan hama seperti ini," tuturnya.

Dirinya menduga, serangan ulat bulu ini disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan ulat bulu menjadi cepat.

Berdasarkan pantauan SIGAP, hama urat bulu juga melanda daerah lain. Selain di Probolinggo, urat bulu juga melanda Denpasar, Sleman dan Blitar. Dan dikabarkan Ulat bulu juga menyerang Jakarta wilayah Barat. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita