Selasa, 22 Mei 2012
Serangan Ulat bulu Menyebar Di Denpasar
Rabu, 13 April 2011 03:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/4 (SIGAP) - Serangan ulat bulu mulai menyebar di Kota Denpasar sesuai laporan masyarakat yang diterima petugas Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar I Gede Ambara Putra di Denpasar, Rabu (13/4) mengatakan, pihaknya kembali mendapatkan laporan adanya penemuan ulat bulu dari masyarakat.

Dirinya mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas dari hama tersebut, pihaknya menyemprotkan insektisida di dua lokasi di wilayah utara Denpasar.

Kedua lokasi itu berada di lahan kosong sekitar Jalan Antasura dan Jalan Kenyiri. Dari dua lokasi itu ditemukan kumpulan ulat.

"Penyemprotan itu kami lakukan sebagai langkah antisipasi, sekaligus menindaklanjuti laporan dari masyarakat di kedua lokasi tersebut," ujarnya.

Dirinya mengatakan, ulat berada di lahan kosong itu terdapat pada tanaman perdu dan belum sampai menyerang tanaman yang produktif, seperti pohon mangga. Selain itu, ulat itu tidak sampai ditemukan pada permukiman warga.

"Berdasarkan hasil pengamatan kami, ulat yang ditemukan warga tersebut berbeda bentuknya dengan hama ulat bulu yang mewabah di Probolinggo, Jawa Timur. Karena ukurannya lebih kecil dan keberadaannya tidak menyerang tanaman produktif," katanya.

Dirinya menjelaskan, penyemprotan itu hanya di sekitar lokasi penemuan dengan radius yang tidak terlalu jauh. Tindakan itu dilakukan dengan harapan perkembangan ulat itu bisa ditekan.

Selain penyemprotan, ujarnya, pihaknya juga merencanakan akan membawa contoh ulat bulu yang ditemukan itu ke laboratorium untuk diketahui jenisnya.

Seperti diketahui, wilayah Pulau Dewata sejak sepekan terakhir telah diserang wabah ulat bulu. Ulat itu pertama kali dilaporkan ditemukan di wilayah Kabupaten Buleleng, kemudia di Kota Denpasar sampai Kabupaten Gianyar dan juga di Kabupaten Jembrana.

Berdasarkan pantauan SIGAP sebelumnya, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (11/4), telah mengambil sampel hama ulat bulu. Lima desa di tiga kecamatan di Buleleng diserang ulat sejak tiga hari terakhir. Contoh ulat bulu di Bali akan dibandingkan dengan ulat bulu di Pulau Jawa.

Penelitian bertujuan mengklasifikasi genus serta spesies hewan yang menyebabkan gatal pada kulit manusia.
Sebagian besar hama ulat bulu menyerang pepohonan. Namun serangan ulat lambat laun mulai bergerak ke pemukiman warga. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita