Selasa, 22 Mei 2012
BPBD: Pelayaran Di Maluku Perlu Waspadai Hujan Lebat
Selasa, 12 April 2011 04:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/4 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mengimbau pengelola dan pengguna jasa pelayaran di daerah maluku mewaspadai hujan dengan intensitas lebat yang diperkirakan mengguyur sejumlah laut pada 12 - 13 April 2011.

Sekretaris BPBD Maluku, Kilfy Wakanno, di Ambon, Selasa (12/4) mengatakan, hujan dengan intensitas lebat diperkirakan mengguyur laut Arafura - Seram - Maluku.

"Kami melalui internet telah menyosialisasikan peringatan hujan tersebut kepada sembilan bupati dan dua wali kota agar memperingatkan aparat teknis dalam menangani aktifitas pelayaran," ujarnya.

Khusus di Laut Arafura - Seram - Maluku, diminta para nelayan tradisional agar tidak memaksakan diri menangkap ikan saat kondisi cuaca kurang bersahabat guna mengantisipasi kemungkinan terjadi musibah tidak diinginkan.

"Jadi masyarakat, terutama nelayan yang mencari ikan di laut Arafura - Seram - Maluku diingatkan agar mewaspadai hujan dengan intensitas lebat yang kemungkinan disertai petir," ujar Kilfy.

Dirinya memastikan perkiraan hujan dengan intensitas lebat yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), baik Pusat maupun bandara internasional Pattimura Ambon itu tidak berpengaruh terhadap tinggi gelombang di perairan Maluku yang di bawah 1 meter.

"Tinggi gelombang di bawah satu meter sehingga tidak berbahaya di saat hujan, hanya saja lebih baik perlu diwaspadai karena bisa saja menghambat pelayaran," kata Kilfy Wakanno.

Pada kesempatan lain, Kadis Perhubungan Pemkab Kepulauan Aru, Andre Anggrek mengatakan, intensitas hujan dan petir relatif tinggi.

"Kami tidak mengeluarkan instruksi larangan berlayar, tapi hanya mengingatkan intensitas hujan disertai petir yang dikhawatirkan bisa mempengaruhi kelancaran pelayaran, terutama di laut Arafura," ujarnya.

Andre Anggrek mengakui hujan dengan intensitas tinggi juga sewaktu - waktu bisa menghambat kelancaran penerbangan ke Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru atau sebaliknya.

"Bila hujan dengan intensitas tinggi, maka pesawat dilarang mendarat di Dobo sehingga transit di Tual, Maluku Tenggara dari penerbangan bandara internasional Pattimura," katanya.

Bandara Dobo dengan landasan pacu sepanjang 1.100 meter saat ini didarati pesawat Trigana Air dengan kapasitas angkut 48 penumpang. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita