Selasa, 22 Mei 2012
Dinkes: Pendataan Jamkesda Pekanbaru Belum Tuntas
Selasa, 12 April 2011 02:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/4 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dahril Darwis mengatakan hingga pertengahan April ini pendataan penerima Jamkesda belum juga tuntas, padahal pelaksanaannya sudah dilakukan sejak awal tahun ini.

"Hingga saat ini belum juga tuntas siapa saja penerima Jamkesda. Diperkirakan bulan Juni mendatang baru selesai dilakukan," ujar Dahril di Pekanbaru,Selasa (12/4).

Meski belum selesai dilakukan pendataan, bukan berarti calon penerima tersebut tidak bisa berobat dengan menggunakan kartu tersebut. Dahril mengatakan sudah ribuan pasien yang sudah berobat di RS Petala Bumi dan RSUD Arifin Achmad dengan kartu tersebut.

"Jumlah calon penerima Jamkesda secara keseluruhan sebanyak 201 ribu," tambahnya.

Untuk Jamkesda yang baru dimulai pada tahun ini, lanjutnya, pihaknya hanya menganggarkan dana sebesar Rp450 juta. Sedangkan sisanya berasal dari APBD Riau.

"Pihak Provinsi membantu untuk program Jamkesda ini sebanyak Rp6 miliar," lanjutnya.

Dirinya berharap dengan adanya Jamkesda ini masyarakat Pekanbaru kelas menengah kebawah dapat menikmati akses kesehatan gratis di RS. Sedangkan untuk puskesmas, berobat gratis sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Ade Hartati mengharapkan Diskes secepatnya menuntaskan pendataan agar tidak mengganggu jalannya pelaksanaan Jamkesda ini.

SIGAP mencatat, program jaminan kesehatan daerah (JAMKESDA) adalah program bagi penduduk yang tidak masuk  dalam  kuota  program  jaminan  kesehatan  masyarakat  (JAMKESMAS).  Program JAMKESDA diarahkan untuk meningkatkan jumlah pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan.

Melalui program jamkesda diharapkan setiap penduduk dapat dibantu guna memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan, baik karena usia lanjut/pensiun mengalami kecelakaan yang menyebabkan cacat parmanen atau kehilangan pekerjaan serta menderita penyakit yang serius. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita