Selasa, 22 Mei 2012
Ratusan Warga Mamuju Terserang Penyakit Kulit
Selasa, 12 April 2011 02:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/4 (SIGAP) - Ratusan warga di Dusun Tadui, Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terserang penyakit kulit misterius yang telah berlangsung sejak 4 tahun terakhir di wilayah itu.

Hanisa, salah seorang ibu rumah tangga asal Dusun Tadui yang ditemui di kediamannya, Selasa (12/4) mengemukakan, penyakit gatal-gatal misterius ini menyerang satu keluarganya yang terjadi secara turun temurun.

"Saat ini seluruh keluarga kami terjangkit penyakit kulit gatal-gatal. Kami tidak tahu bagaimana cara mengatasinya,"katanya.

Dirinya mengatakan, penyakit kulit misterius ini tak mengenal usia baik usia balita, anak-anak, remaja, dewasa maupun lanjut usia.

Hanisa yang berprofesi sebagai petani ini mengatakan, wabah penyakit kulit aneh ini nyaris menyerupai terjadinya serangan "ulat berbulu" yang terjadi di pulau Jawa.

"Penyakit kulit yang kami alami datang secara tiba-tiba dan menyerang seluruh keluarga dan nyaris seperti serangan ulat bulu yang datang secara tiba-tiba yang menyerang tanaman pohon mangga,"ucapnya.

Dirinya mengemukakan, pemerintah kabupaten khususnya dinas kesehatan belum memberikan penanganan secara optimal sehingga masyarakat masih digrogoti penyakit kulit ini.

"Perhatian pemerintah tentu kami pertanyakan karena sampai detik ini kami tidak pernah diberikan solusi untuk mengatsinya, "terangnya.

Dikatakannya, warga yang terserang penyakit kulit tersebut, hanya melakukan pengobatan secara tradisional yang dianggapnya juga tidak efektif.

Hal senada dikatakan, Kasim warga lainnya yang juga menderita penyakit kulit yang menimpa seluruh keluarganya.

"Penyakit kulit yang menyerang warga secara tiba-tiba itu terjadi sejak lima tahun silam sehingga mengakibatkan warga setempat semakin resah,"ucapnya.

Dirinya menerangkan, tanda-tanda datangnya serangan penyakit kulit ini menjadi gatal-gatal, kemudian timbul bercak bewarna merah di kulit, dan apabila digaruk maka semakin gatal dan semakin melebar ke seluruh badan.

"Kami minta dinas kesehatan segera turun tangan untuk mengatasi penyakit kulit tersebut karena warga sulit mengatasi dengan cara tradisional,"pintanya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita