Selasa, 22 Mei 2012
Gubernur Jabar Instruksikan Distan Antisipasi Serangan Ulat bulu
Senin, 11 April 2011 05:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/4 (SIGAP) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Bandung, Senin (11/4) menginstruksikan kepada Dinas Pertanian Jawa Barat untuk mengantisipasi serangan hama ulat bulu yang sudah menyerang 3 wilayah di Jawa Barat yakni Subang, Bekasi dan Sumedang.

Ketika ditanyakan bentuk antisipasi yang dilakukan, Gubernur Jawa Barat, menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada Dinas Pertanian Jabar.

Sebelumnya, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, menyatakan berdasarkan laporan dari kelompok tani se-Jawa Barat, serangan ulat bulu yang menyerang lahan pertanian di Jawa Timur sudah masuk ke wilayah Jawa Barat, yakni Kecamatan Paseh Subang dan Bekasi.

"Berdasarkan laporan dari rekan-rekan KTNA di daerah. Ulat bulu ini sudah masuk ke wilayah Subang dan Bekasi," katanya Oo Sutisna.

Menurutnya, jenis ulat yang mewabah di Jatim penyebarannya relatif cepat sehingga pihaknya mengimbau agar para petani selalu waspada akan serangan ulat bulu ini dan segera melaporkan ke dinas pertanian setempat agar segera diantisipasi.

"Dinas pertanian harusnya segera mengambil langkah-langah dengan melakukan penelitian di daerah-daerah yang sudah terindikasi. Hingga, jika serangan ulat ini mulai mewabah pemerintah daerah sudah dapat menemukan formulanya,"katanya.

Antisipasi tersebut, kata Oo Sutisna, sangat berguna untuk mengantisipasi penyebaran dan mencegah petani di Jawa Barat rugi akibat serangan ulat bulu.

Selain itu, idealnya Dinas Pertanian Jawa Barat tidak hanya mengandalkan Tim khusus dari Pengendalian Organisme Hama Pengganggu Tanaman (POHPT) yang ada di kota/kabupaten untuk mengantisipasi serangan ulat bulu ini.

"Namun, harus dilakukan secara intensif dan proaktif dengan mendatangi daerah-daerah yang rentan serangan," ujar Oo.

Dikatakannya, jika serangan ulat bulu ini tidak segera diantisipasi tentunya akan berdampak terhadap hasil produksi pertanian khususnya tanaman palawija dan holtikultural lainnya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita