Selasa, 22 Mei 2012
Pengungsi Banjir Butuh Selimut Dan Kasur
Minggu, 10 April 2011 15:08
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/4 (SIGAP) - Para pengungsi banjir di Kabupaten Belu bagian selatan, Nusa Tenggara Timur, membutuhkan bantuan selimut dan kasur terutama bagi balita dan anak-anak di penampungan SDK Besikama I di wilayah Kecamatan Malaka Barat.

"Selama dua hari kami mengungsi di SDK Besikama I, balita dan anak-akan terpaksa ditidurkan di atas lantai, karena tidak ada kasur sehingga membuat mereka kedinginan," kata Yohanes Seran (39), salah seorang warga Belu selatan ketika dihubungi dari Kupang, Minggu malam (10/4).

Calon anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Lasaen di Kecamatan Malaka Barat itu mengatakan jumlah balita dan anak-anak yang bermukim di lokasi penampungan SDK Besikama I sebanyak 38 orang, lima orang ibu hamil, dan sekitar 25 orang lanjut usia (lansia).

Jumlah pengungsi yang berteduh di lokasi penampungan SDK Besikama I, kata Seran sekitar 280 orang, yang terdiri atas 136 laki-laki dan 114 perempuan.

"Kami sangat mengharapkan bantuan selimut dan kasur agar balita dan anak-anak dapat terlayani dengan baik sekalipun di pengungsian," ujarnya.

Sejak warga korban banjir menyelamatkan diri ke SDK Besikama I, kata Seran, belum ada bantuan dari pemerintah yang mereka terima, kecuali dari susteran Betun yang memberikan biskuit dan makan siang bagi pengungsi.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan Wakil Gubernur NTT Esthon L Foenay akan berkunjung ke lokasi banjir akibat meluapnya Sungai Benenain itu pada Senin (11/4).

Setiap musim hujan, masyarakat di Belu selatan selalu menjadi korban banjir dari luapan Sungai Benenai, karena tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Timor Tengah Selatan serta Belu bagian selatan.

Banjir yang saat ini melanda daerah itu, belum juga menunjukkan tanda-tanda surut. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul penghalau banjir di Desa Lasaen pada Sabtu (9/4) lalu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita