Selasa, 22 Mei 2012
Wali Kota Bengkulu Keluhkan Limbah Batu Bara
Sabtu, 09 April 2011 14:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/4 (SIGAP) - Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedy mengeluhkan pencemaran Sungai Bengkulu akibat limbah batu bara yang terbawa dari hulu sungai di Kabupaten Bengkulu Tengah.

"Kota hanya mendapatkan limbah batu bara yang mencemari Sungai Bengkulu, dan jalan juga rusak akibat truk angkutan batu bara," katanya di Bengkulu, Sabtu (9/4).

Pencemaran tersebut mengakibatkan kualitas air Sungai Bengkulu terus menurun, padahal masih menjadi sumber air bersih bagi warga kota.

Selain itu, para nelayan di Kelurahan Malabero juga mengeluhkan limbah tersebut yang sudah mencapai muara sungai hingga ke laut karena mengurangi hasil tangkapan .

"Kami meminta pihak terkait untuk menertibkan dan mengawasi aktivitas tambang batu bara yang ada di hulu sungai" katanya.

Limbah tersebut juga membuat sungai dangkal sehingga saat hujan lebat banjir langganan terjadi di Kelurahan Tanjung Agung dan Tanjung Jaya.

Tidak hanya itu, kata Ahmad Kanedy, limbah tersebut juga mengancam kawasan Pantai Panjang yang merupakan objek wisata andalan Kota Bengkulu.

"Limbah batu bara yang terbawa dari sungai Bengkulu sudah memenuhi kawasan pantai berjarak 1 kilometer dari muara sungai tersebut," katanya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Ulayat Oka Adriansyah mengatakan pencemaran pesisir dan laut di perairan Bengkulu berasal dari limbah batu bara yang terbawa lewat air Sungai Bengkulu.

Pencemaran sungai semakin parah dalam tiga tahun terakhir dimana bongkahan batu bara dari bekas pencucian di lokasi pertambangan terbawa air sungai.

"Penambangan batu bara di hulu Sungai Bengkulu sudah berlangsung sejak 1982, jadi wajar kalau limbah batu bara sudah memenuhi sungai Bengkulu bahkan mencapai ke laut," katanya.

Akibat limbah tersebut, kawasan pesisir menjadi kotor dan air laut menjadi keruh serta mengganggu ekosistem pesisir pantai. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita