Selasa, 22 Mei 2012
Dinkes: 2.179 Warga Bangka Barat Menderita Malaria
Sabtu, 09 April 2011 08:51
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/4 (SIGAP) - Sebanyak 2.179 warga Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada 2010 menderita malaria. 
Data tersebut sesuai dengan hasil uji laboratorium dan laporan data dari seluruh puskesmas pada 6 kecamatan di daerah itu.

"Banyaknya kasus malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk 'Anopheles' tersebut, disebabkan bertebaran kolong bekas pertambangan timah yang menjadi tempat nyamuk bersarang," ujar Kabid P2PL Dinas Kesehatan Bangka Barat dr Lanny Luhukay di Muntok, Sabtu (9/4).

Lanny menjelaskan, data penderita malaria 2011 belum terkumpul namun diperkirakan jumlahnya masih tetap tinggi, karena seluruh dari enam kecamatan di Bangka Barat semuanya memiliki kasus penyakit malaria yaitu Jebus, Parit Tiga, Tempilang, Muntok, Kelapa dan Kecamatan Simpang Tritip.

Lanny mengatakan, kendati masih banyak ditemukan penderita positif malaria, namun pada kurun waktu 2006 hingga 2010 terjadi penurunan kasus, karena terus dilakukan penanganan seperti penyemprotan, pengasapan ke kawasan endemis malaria, pembagian kelambu dan penyuluhan penanganan dini penyakit malaria.

Lebih lanjut Lanny menjelaskan, pada 2006 ditemukan 7.672 penderita positif malaria, kemudian pada 2007 turun menjadi 5.384 penderita, 2008 menjadi 2.638 penderita, 2009 menjadi 2.388 penderita dan pada 2010 ini hanya 2.179 penderita malaria.

Dirinya mengemukakan, seluruh kecamatan di Bangka Barat merupakan endemis malaria dan yang terparah ditemukan di Kecamatan Parit Tiga, karena banyaknya lahan bekas pertambangan timah dan tingginya angka pendatang.

"Tahun ini kami menetapkan 14 desa sebagai target penanganan cepat penyebaran penyakit malaria dengan melakukan penyemprotan, pengasapan (fogging) karena desa tersebut tercatat daerah paling endemis," ujarnya tanpa menyebut nama desa yang dimaksud.

Dirinya menjelaskan, malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan parasit (plasmodium ) yang ditularkan melaluji nyamuk malaria ( Anopheles ) dan secara epidemiologi penyakit malaria dapat menyerang orang baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan umur.

"Malaria menyebabkan infeksi pada bagian sel darah merah, akibat nyamuk pembawa parasit dan apabila parasit masuk ke dalam darah maka bisa bertelur dan berkembang serta melakukan replikasi sehingga menjadi banyak," ujarnya.

Menurutnya, parasit tersebut hidup dari sel darah sehingga menyebabkan sakit hingga menyebabkan kematian jika tidak ditangani cepat," katanya.

Dirinya mengatakan, penyebaran penyakit malaria tidak bisa dilihat secara kasat mata sehingga memerlukan uji laboratorium dengan mengambil sampel darah untuk mengetahui apakah seseorang menderita malaria atau tidak.

"Kami memiliki peralatan yang memadai untuk memeriksa sampel darah dan persediaan obat yang memadai di seluruh puskesmas, sehingga warga yang terkena malaria bisa dilakukan penanganan dini di puskesmas dengan memberikan obat secara gratis," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita