Selasa, 22 Mei 2012
Dinas Perikanan: Danau Kerinci Jadi Mina Politan Perairan Umum
Jumat, 08 April 2011 06:28
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/4 (SIGAP) - Danau Kerinci yang memiliki luas sekitar 4.500 hektare akan menjadi mina politan perairan umum pertama di Indonesia.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kerinci, Gasdinul Gazam, di Jambi, Jumat (8/4) mengatakan, pada 2012 danau Kerinci akan dicanangkan sebagai mina politan perairan umum pertama di Indonesia.

"Mina politan biasanya identik dengan daerah pelabuhan, namun kini diwujudkan mina politan perairan umum yang diawali di danau Kerinci," katanya.

Dalam waktu dekat tim dari Kementrian Kelautan dan Perikanan akan datan ke Kerinci untuk meninjau dan melihat potensi yang ada.

Jenis ikan yang dikembangkan di danau Kerinci untuk mewujudkan mina politan tersebut, yakni ikan khas atau ikan lokal meliputi ikan semah, barau, medik, dan nila.

Sistim pengembangan yang dilakukan yakni lewat penaburan atau dilepas dan produksi dilakukan dengan cara penangkapan.

Selama 2001 kegiatan penaburan ikan di danau Kerinci akan terus ditingkatkan supaya tumbuh dan berkembang.

Dalam penangkapan nantinya masyarakat atau warga akan diawasi supaya tidak menggunkan alat terlarang, seperti racun, bom, dan sentrum.

Mina politan perairan umum bertujuan untuk meningkatan pendapatan petani, sekaligus menambah gizi atau protein masyarakat.

Gasdinul Gazam mengatakan, danau Kerinci yang juga salah satu objek wisata andalan Provinsi Jambi, nantinya juga bisa menjadi kegiatan berbagai lomba, seperti memancing dan kuliner ikan.

Berdasarkan catatan SIGAP, konsep minapolitan pada prinsipnya hampir sama dengan konsep kota dengan Agropolitan. Bila Agropolitan berbicara mengenai potensi pertanian, maka Minapolitan berhubungan dengan potensi laut atau perikanan suatu wilayah.

Konsep Minapolitan ini dipopulerkan pada tahun 2009 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad. Dan, sampai tahun 2011, puluhan daerah telah diujicobakan untuk menggunakan konsep Minapolitan ini.

Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa Indonesia memiliki potensi wilayah laut yang melimpah. Berdasarkan data Departemen Kelautan dan Perikanan (2002), diketahui jumlah luas wilayah laut Indonesia mencapai 75% dari total luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2, dan memiliki garis pantai terpanjang di dunia, yakni mencapai 81.000 km2.

Indonesia juga memiliki hak untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan kepentingan lainnya pada perairan Zona Ekonomi Eksklusif dengan luas 2,7 juta km2. Dan yang lebih penting ialah potensi laut Indonesia tercatat sebagai salah satu penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia.  (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita