Selasa, 22 Mei 2012
Pemprov Bengkulu Usulkan Pengadaan Sirene Tsunami
Jumat, 08 April 2011 04:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/4 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pengadaan sirene tsunami untuk wilayah pesisir ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Karena harganya cukup mahal, jadi kami meminta pengadaan alat sirene tsunami ini dari pusat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Sadikin di Bengkulu, Jumat (8/4).

Sadikinmengatakan, 6 kabupaten di Bengkulu masih membutuhkan sistim peringatan dini tsunami karena termasuk daerah rawan gempa dan tsunami.

Sirene peringatan dini tsunami baru ada dua unit di Kota Bengkulu, sementara enam kabupaten pesisir yang juga rawan gempa bumi dan tsunami belum ada.

Kabupaten di pesisir yang belum memiliki sistim peringatan dini tsunami tersebut yakni Kabupaten Muko Muko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Kaur dan Bengkulu Selatan.

"Seluruh daerah pesisir sangat rawan gempa bumi dan tsunami karena daerah kita berada di pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia," jelasnya.

Termasuk Pulau Enggano yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara yang dihuni 2.700 jiwa menurutnya harus diprioritaskan.

Bantuan dari BNPB pada 2011 katanya sebagian besar kendaraan dapur umum dan tanki air bersih.

"Bantuan alat penanggulangan bencana dari BNP memang ada tahun ini, tapi bukan alat sistim peringatan dini tsunami atau deteksi gempa," tambahnya.

Sebelumnya Koordinator Kepala Suku Pulau Enggano Iskandar Zulkarnain Kauno meminta pemerintah memprioritaskan pemasangan peralatan peringatan dini tsunami di pulau itu karena termasuk daerah rawan gempa dan tsunami.

"Kami meminta pemerintah memprioritaskan Pulau Enggano karena daerah kami rawan gempa bumi dan tsunami tapi peralatan peringatan dini tsunami belum ada," katanya.

Gempa besar berkekuatan 7,3 skala richter pada 2000 dan 7,9 skala richter pada 2007 juga terasa sangat kuat di Enggano.

"Bahkan masyarakat sudah banyak yang mengungsi, padahal di sini daerah yang tinggi sangat jauh dari pemukiman penduduk," jelasnya.

Dirinya berharap pemerintah memprioritaskan pemasangan sirene tsunami di pulau itu, selain masyarakat tetap siaga jika sewaktu-waktu gempa bumi terjadi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita