Selasa, 22 Mei 2012
RSUD Tangsel Tingkatkan Kewaspadaan Penderita DBD
Kamis, 07 April 2011 05:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/4 (SIGAP) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Selatan, Banten, sudah meningkatkan kewaspadaan pertambahan penderita Demam Berdarah (DBD) terkait perubahan cuaca pancaroba selama April 2011.

Kepala RSUD Kota Tangerang Selatan, dr Yanti Sarie di Tangerang Kamis (7/4) mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan petugas untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penderita DBD karena adanya perubahan cuaca tersebut.

Dikatakan Sarie, selama Maret, tidak ada penderita DBD yang mendapatkan perawatan di RSUD. Namun, dengan masuknya musim pancaroba, maka tidak menutup kemungkinan akan ada penderita yang masuk.

Biasanya, penderita yang mendapatkan perawatan di RSUD, merupakan rujukan atau karena kapasitas di Puskesmas sudah tidak mencukupi sehingga dipindahkan.

"RSUD biasanya menjadi tempat rujukan setelah perawatan di puskesmas tidak terkoordinir," katanya.

Mengenai jumlah petugas dan fasilitas tambahan yang disiagakan. Dijelaskannya, bila rujukan kesehatan di Kota Tangerang Selatan, tidak hanya pada RSUD melainkan rumah sakit swasta lainnya.

Bahkan, warga yang memiliki Jamkesmas dan Jamkesda dapat melakukan pengobatan di RS Fatmawati. Karena, Dinas Kesehatan Kota Tangsel telah melakukan kerjasama disana.

Dirinya mengharapkan, petugas medis maupun fasilitas lainnya tidak ada tambahan atau dikatakan standar saja. Karena, bila memang sudah tidak mencukupi, maka akan dirujuk ke RS lainnya.

"RSUD Kota Tangsel saat ini kondisinya masih sementara karena pembangunan gedung masih berjalan. Jadi, bila jumlahnya sudah tidak memungkinkan maka akan dirujuk ke tempat lainnya," katanya.

Seperti yang diberitakan SIGAP sebelumnya, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Banten Didin Aliyudin di Serang, Minggu (27/3) mengatakan, kecenderungan pada 5 tahun terakhir kasus demam berdarah paling tinggi terjadi pada Bulan Februari, Maret dan April setiap tahun, terutama di tempat daerah rawan penyebaran penyakit itu.

Didin mengatakan, empat daerah di Banten yang rawan penyebaran penyakit DBD yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita