Selasa, 22 Mei 2012
BPS: Inflasi Dipedesaan Jambi 0,22%
Kamis, 07 April 2011 03:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/4 (SIGAP) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi, Dyan Pramono Effendi, Kamis (7/4) mengatakan, provinsi Jambi mengalami inflasi pedesaan sebesar 0,22% pada bulan Maret 2011.

Inflasi tersebut kontribusi dari kelompok bahan makanan sebesar 0,03%, makanan jadi 0,41%, perumahan 0,62%, sandang 0,54%, kesehatan 0,20% serta kelompok transportasi dan komunikasi mengalami penurunan indeks sebesar 0,37%.

Dirinya mengatakan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi atau deflasi di wilayah pedesaan dan dari lima subsektor yang ada dalam penghitungan Nilai Tukar Petani (NTP), secara relatif lima subsektor tersebut mengalami kenaikan harga.

Dari lima subsektor NTP, empat subsektor diantaranya mengalami penurunan yang meliputi subsektor tanaman pangan sebesar 0,21% dan subsektor holtikultura sebesar 0,74%.

Selain itu juga subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,34% dan subsektor peternakan mengalami penurun sebesar 0,09% dan satu satunya subsektor yang mengalami kenaikan subsektor perikanan sebesar 0,15%.

Untuk subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 0,21%. Hal ini berkat perubahan indeks yang diterima petani sebesar 0,07%, relatif lebih rendah dibandingkan perubahan indeks yang dibayar sebesar 0,28%.

Subsektor hortikultura untuk nilai tukar petani mengalami penurunan sebesar 0,74%, akibat perubahan indeks yang diterima sebesar 0,46% lebih rendah dari indeks yang dibayar petani sebesar 0,28%.

Selain itu subsektor tanaman perkebunan rakyat pada Maret 2011, mengalami penurunan sebesar 1,34%, hal ini akibat perubahan indeks yang diterima petani sebesar 1,19% atau lebih rendah dibandingkan perubahan indeks yang dibayar petani sebesar 0,15%.

Subsektor peternakan mengalami penurunan sebesar 0,09%, hal ini karena perubahan indeks yang diterima petani sebesar 0,02%, relatif lebih rendah dibandingkan perubahan indeks yang dibayar sebesar 0,06%.

Demikian pula subsektor perikanan pada Maret lalu mengalami kenaikan sebesar 0,15%, hal ini akibat indeks yang diterima petani sebesar 0,30% atau lebih tinggi dibandingkan dengan indeks yang dibayar petani hanya 0,15 %. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita