Selasa, 22 Mei 2012
NTT: DAS Benenain Kembali Meluap
Kamis, 07 April 2011 03:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/4 (SIGAP) - Daerah aliran sungai (DAS) Benenain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, sejak Rabu (6/4) malam dilaporkan kembali meluap dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter.

Wakil Bupati Belu Lodovikus Taolin yang dihubungi dari Kupang, Kamis (7/4) mengakui, banjir yang menerjang dua wilayah yakni Besikama dan Malaka itu terjadi setelah selama dua hari berturut-turut hujan deras menguyur wilayah Kabupaten TTU, TTS dan sebagian wilayah Belu.

"Saya baru saja menerima laporan bahwa kemarin (Rabu-red) memang ada luapan lagi banjir dari DAS Benenain. Ada dua perkempungan yang terkena banjir dan mereka sempat meninggalkan rumah tetapi pagi ini sudah kembali ke rumah," kata Taolin.

Wakil Bupati mengatakan, telah meminta masyarakat yang bermukim di hilir Sungai Benenain untuk selalu waspada karena banjir yang melanda wilayah itu adalah banjir kiriman dari dua wilayah tetangga yakni Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Artinya, walaupun di Kabupaten Belu tidak terjadi hujan tetapi kalau terjadi hujan besar di dua wilayah tetangga ini maka sudah pasti akan terjadi banjir dan masyarakat di DAS Benenain pasti terkena dampak, katanya.

Karena itu, jika masyarakat tidak waspada maka tidak tertutup kemungkinan bisa membawa korban jiwa karena banjir sering terjadi pada malam hari.

Pada pekan lalu, banjir setinggi sekitar 3 meter melanda 12 desa dari 36 desa di hilir Sungai Benenai, Kabupaten Belu itu, karena empat sungai besar di kawasan cagar alam Mutis meluap.

Desa yang terendam banjir itu adalah Desa Alas Selatan (Kecamatan Kobalima Timur), Desa Rainawe, Desa Fahiluka, Desa Lawalu (Kecamatan Malaka Tengah).

Lalu, Desa Railor dan Desa Naimana (Kecamatan Malaka Barat), Desa Kleseleon, Motaulun, Umatoos, Lasaen, Fafoe, Sikun dan Oanmane (Kecamatan Weliman), Desa Forekmodok, Angkaes, Wederok dan Umalawain. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita