Selasa, 22 Mei 2012
Titik Panas Di Sumatera Tersisa 17 Lokasi
Kamis, 07 April 2011 02:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/4 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau di Pekanbaru, Kamis (7/4) menyebutkan, saat ini tersisa "hotspot" atau titik panas pada 17 lokasi di wilayah Sumatra, atau berkurang dari hari sebelumnya yang mencapai 57 titik.

Analis BMKG Riau, Marzuki, ketika dihubungi ANTARA, Kamis mengatakan, pantauan Satelit NOAA 18 menyatakan ke 17 titik api tersebut tersebar di beberapa provinsi yang manjadi "langganan" kebakaran hutan dan lahan, yakni Sumatra Selatan tujuh, Aceh dua, serta Sumatra Utara dan Jambi dengan masing-masing satu titik api.

Sementara untuk Riau yang sebelumnya sempat terdeteksi 30 hotspot, saat ini hanya tinggal 6. Masing-masing di Kabupaten Indragiri Hulu tiga, Kampar satu, dan Siak satu.

Marzuki mengatakan, beberapa wilayah Riau lainnya yang juga sempat terdeteksi titik api seperti Kabupaten Rokan Hilir, Meranti, Bengkalis, serta Kota Dumai dan Pekanbaru saat ini nihil.

Marzuki menjelaskan, berkurangnya titik api disebabkan hujan yang turun disebagian besar wilayah Sumatra termasuk Riau.

"Untuk Riau dalam dua hari terakhir hujan yang turun hampir merata namun dengan waktu yang berbeda. Pantauan satelit kemarin (Rabu 6/4), di Pekanbaru hujan terjadi pada sore hari. Sementara di wilayah pesisir seperti Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis dan Meranti, hujan dengan intensitas sedang terjadi pada siang dan malam," jelas Marzuki.

Sementara itu, sampai dua hari kedepan, kata Marzuki, hujan masih berpeluang diseluruh wilayah Riau dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Peluang hujan lebih terkosentrasi di Riau bagian tengah, selatan, dan pesisir. Sementara suhu udara dalam beberapa hari kedepan diperkirakan berada antara 32 hingga 33 derajat celcius," urainya.

Ditanya mengenai kemungkinan terjadinya kiriman asap dari daratan Sumatra ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, Marzuki memprediksi kemunkinan itu sangat kecil mengingat arah angin lebih cenderung berputar di Sumatra.

"Dominan arah angin yakni berputar di barat dan timur Sumatra. Kabut asap cenderung kesejumlah wilayah yang dilanda kebakaran lahan dan hutan itu sendiri, seperti Jambi, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan juga Riau," katanya.

Seperti yang diberitakan SIGAP sebelumnya, sejak Januari hingga 4 April 2011 di wilayah Provinsi Jambi terdapat 133 hotspot atau titik panas, setiap tahunnya titik-titik panas ini terus menurun.

Seperti diketahui, bahwa titik panas berpotensi dan menimbulkan kebakaran lahan atau hutan, apalagi lahan dan hutan yang kering karena tidak tersiram hujan.

Anggota tim pemantau Hotspot Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Doni Osmond, Rabu mengatakan pada hari Selasa (5/4) dalam Provinsi Jambi hanya terdapat 3 titik panas. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita