Selasa, 22 Mei 2012
ISPU: Kualitas Udara Dumai Sangat Tidak Sehat
Rabu, 06 April 2011 04:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/4 (SIGAP) - Berdasarkan mesin pendeteksi kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik PT Chevron yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat, kualitas udara di Kota Dumai, Riau, pada pukul 07.00 WIB terdeteksi sangat tidak sehat.

Kepala Dinkes Dumai, H Marjoko Santoso di Dumai, Rabu (6/4) mengatakan, ISPU pada Rabu pagi menunjukan angka 213 polutan standar indeks (PSI) atau berada pada garis merah yang artinya sangat tidak sehat jika "dikonsumsi" secara langsung oleh manusia.

Kualitas udara pagi ini kata Marjoko, jauh menurun dibandingkan catatan ISPU dihari sebelumnya yang berada pada angka 117 PSI.

"Kalau semalam berada pada posisi tidak sehat, namun hari ini sudah masuk ke posisi sangat tidak sehat. Untuk itu, kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Dumai untuk mengurangi aktivitas luar rumah terutama pada pagi hari," imbaunya.

Hal itu penting, karena menurut Marjoko, penurunan kualitas udara di Dumai, masih terjadi sejak dini hari hingga pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB.

"Bagi masyarakat yang ingin beraktivitas pagi hari, sebaiknya menggunakan masker, hal ini penting karena kualitas udara pagi hari sudah sangat buruk," katanya.

Kualitas udara kata Marjoko, dapat dinyatakan sedang apabila berada pada angka 50 hingga 100 PSI. Sementara jika melampaui 100 PSI, sudah menunjukkan kualitas udara yang berbahaya atau tidak sehat.

"Dan jika melebihi angka 200 PSI seperti saat ini, sudah masuk ke garis merah yang artinya sangat berbahaya atau sangat tidak sehat," terang Marjoko.

Akibat kualitas udara yang terus memburuk tersebut, kata Marjoko, Dinkes kemudian berinisiatif untuk membagi-bagikan sebanyak 2.500 masker secara gratis kepada masyarakat.

"Pembagian masker ini kita lakukan pada pagi ini dengan posisi pembagian berada di dua titik, yakni di bundaran Jalan Sudirman dekat Markas Polres dan bundaran menuju Kantor Wali Kota," kata Marjoko.

Hari ini, kata Marjoko, pembagian masker masih terfokus pada para pengendara sepeda motor dan para pejalan kaki.

"Namun apabila sampai besok kualitas udara masih sama seperti sekarang, maka kita akan membagikan masker gratis ke kalangan pelajar dan pengajar di Kota Dumai," jelasnya.

Selain ke para pelajar dan pengajar, kata Marjoko, pembagian masker gratis juga akan merambah kalangan pekerja lapangan terutama buruh, baik itu buruh bangunan atau buruh bongkar muat angkutan darat dan laut.

"Stok masker saat ini masih ada sekitar 5.000 lagi. Jika masih kurang, kita akan pesan sebanyak 5.000 lagi untuk dibagi-bagikan secara gratis ke masyarakat," katanya.

Asap Kiriman Berdasarkan pantauan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) setempat, saat ini di Kota Dumai tidak lagi terdapat titik api.

"Bisa jadi asap yang menyelimuti Dumai dalam dua hari ini merupakan asap kiriman dari beberapa wilayah tetangga seperti Rokan Hilir dan Bengkalis yang sampai sekarang dikabarkan memang masih terus terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Bidang (Kabid) Kehutanan pada Distanbunhut Kota Dumai, Hadiono dikesempatan terpisah. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita