Selasa, 22 Mei 2012
Sebanyak 133 Titik Panas Di Jambi
Rabu, 06 April 2011 03:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/4 (SIGAP) - Sejak Januari hingga 4 April 2011 di wilayah Provinsi Jambi terdapat 133 hotspot atau titik panas, setiap tahunnya titik-titik panas ini terus menurun.

Seperti diketahui, bahwa titik panas berpotensi dan menimbulkan kebakaran lahan atau hutan, apalagi lahan dan hutan yang kering karena tidak tersiram hujan.

Anggota tim pemantau Hotspot Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Doni Osmond, Rabu mengatakan pada hari Selasa (5/4) dalam Provinsi Jambi hanya terdapat 3 titik panas.

"Ini yang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan dan hutan, tetapi perlu diluruskan adalah antara titik panas berbeda dengan titik api," ujarnya.

Sedangkan Senin (4/4) titik panas ini terpantau ada di 3 wilayah, yaitu di Sarolangun, Bungo, dan Tanjabbar. Masing-masing wilayah tersebut menyumbangkan satu titik api.

Diperkirakan lokasi titik api ini berada di lahan warga atau Areal Penggunaan Lain (APL).

Titik panas di areal lahan milik masyarakat ini, rentan dan berpotensi besar terjadi kebakaran. Penyebabnya karena pembukan lahan dengan cara membakar lahan tersebut.

Dirinya melanjutkan, kebakaran hutan atau lahan yang terjadi diakibatkan pembakaran secara sengaja.

Doni mencontohkan warga yang melakukan pembakaran lahan, letaknya dekat dengan titik panas yang dihutan, sehingga mengakibatkan api menjalar serta mengakibatkan kebakaran hutan yang sulit terkendali.

"Kebakaran yang disengaja karena membakar lahan, ini adalah faktor yang disengaja, sedangkan dari oleh faktor alam hampir dikatakan tidak ada," ungkapnya.

Sebanyak 133 titik dari Januari hingga 4 April 2011, terbanyak berada di Kabupaten Tebo. Setidaknya Tebo menyumbang sebanyak 47 titik api. Untuk Batanghari menyumbang 19 titik api, dan Sarolangun menyumbang 18 titik api.

Merangin menyumbang 15 titik api, Bungo menyumbang 14 titik api, Kerinci dan Tanjabbar masing-masing 8 titik. Sedangkan yang paling sedikit menyumbang titik api adalah Muaro Jambi, yakni hanya menyumbangkan ada 2 titik api.

"Hanya 44 titik atau 36,97 persen yang berada dalam kawasan hutan, sedangkan 75 titik 63,03 persen berada diluar kawasan hutan, yang paling berbahaya adalah dalam kawasan hutan," paparnya.

Meskipun titik panas ini turun dari tahun ketahun, namun perlu tetap waspada. Apalagi pada pertengahan April nanti, karena sitausi cuaca yang kurang pasti, lanjutnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita