Selasa, 22 Mei 2012
Pemkab Kucurkan Dana Bangkesda Capai Rp350 Juta
Senin, 04 April 2011 05:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/4 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Mukomuko, Badri Rusli, di Mukomuko, Senin (4/4) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, selama Januari-Maret 2011 telah mengucurkan dana Bantuan Kesehatan Daerah untuk biaya berobat gratis masyarakat miskin sampai Rp350 Juta.

"Total dana anggaran untuk bantuan dari pemerintah setempat selama satu tahun sebesar Rp1,2 miliar," kata Badri.

Menurutnya, dana Bantuan Kesehatan Daerah (Bangkesda) pada tahun ini lebih kecil dibandingkan 2010 mencapai Rp2 miliar untuk satu tahun.

Penurunan Bangkesda sesuai dengan hasil evaluasi pemerintah bahwa masyarakat miskin yang menderita penyakit menahun seperti kanker, tumor sudah diobati pada 2010, sehingga tahun ini tidak banyak lagi masyarakat yang membutuhkan biaya besar untuk berobat.

Namun, evaluasi meleset menyusul dinas pada tahun ini justru masih banyak menerima permohonan bantuan dana Bantuan Kesehatan Daerah (Bangkesda) untuk biaya berobat masyarakat miskin, sehingga dimungkinkan dana tersebut tidak mencukupi selama satu tahun "Terhitung selama tiga bulan ini saja dana yang sudah kami keluarkan untuk biaya berobat masyarakat mencapai Rp350 juta, sehingga kemungkinan sisa dana tersebut bisa saja tidak bisa bertahan selama satu tahun anggaran," ujarnya.

Dalam satu hari, kata Badri, tidak kurang dari lima orang yang datang membawa surat keterangan miskin dari kepala desa dan kecamatan untuk permohonan biaya berobat.

"Semuanya yang masuk kami layani, selagi semua admnistrasi surat keterangan miskin dikeluarkan oleh kepala desa dan disahkan oleh camat," ujarnya.

Badri mengatakan, upaya yang bisa ditempuh bila dana tersebut habis sebelum akhir tahun, maka dinas akan kembali mengusulkan penambahan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin di daerah ini, pemerintah setempat bekerja sama dengan Rumah Sakit daerah ini dan Rumah Sakit M Yunus Bengkulu.

Bila penyakit tidak bisa ditangani oleh Rumah Sakit itu, maka dikembalikan kepada kebijakan kepala daerah.

"Biaya berobat bisa kami tanggulangi, tetapi untuk biaya transportasi kepala daerah yang membantu," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, dalam memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat, pemerintah tidak memilih jenis penyakit, semua yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat tetap diutamakan pengobatannya sampai sehat.

Bahkan, orang gila yang terlantar di daerah ini juga diselamatkan dengan mengunakan dana Bangkesda dan selanjutnya diserahkan kepada Rumah Sakit Jiwa yang berada di Kota Bengkulu.

"Pada 2010 sebanyak 14 orang sakit jiwa yang dibawa ke rumah sakit, dan pada tahun ini baru delapan orang gila," jelasnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita