Selasa, 22 Mei 2012
Dinkes: Penderita TB Di Sultra Capai 1.445 Orang
Minggu, 03 April 2011 15:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/4 (SIGAP) - Kepala Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Sultra dr H. Abdul Razak, MKes di Kendari, Minggu (3/4) mengatakan, jumlah penderita penyakit Tuberkulosis (TB) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga tahun 2011 mencapai 1.445 orang.

Dirinya menjelaskan, penyebaran penyakit TB di provinsi ini terbanyak di Kabupaten Muna dan Kabupaten Konawe Selatan.

Menurut Razak, TB merupakan penyakit yang menempati urutan pertama sebagai penyakit mematikan untuk kategori penyakit terinfeksi.

Untuk mencegah penyebaran penyakit TB, perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, tidak merokok, mengkonsumsi alkohol dan berinteraksi secara dekat dengan penderita TB.

"Yang terpenting dalam kesehatan adalah lebih baik mencegah dari pada mengobati," ujarnya.

Terkait pencegahan, masih perlu mengubah gaya hidup lebih sehat dan menutup hidung ketika penderita TB sedang batuk," ungkapnya .

Lebih lanjut Razak mengatakan, untuk mencegah penyebaran TB lebih meluas, Dinkes Sultra bekerja sama dengan Global Fund dan Aisyiah Sultra melakukan kegiatan dalam rangka peringatan hari TB sedunia, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya penyakit TB.

Sementara itu, Koordinator Kesehatan Aisyiah Sultra, Hasmira Said, secara terpisah mengatakan, sejak tanggal 24 Maret hingga 24 April 2011 mendatang pihaknya melakukan kampanye kepada masyarakat tentang bahaya penyakit TB dan bagaimana pencegahannya.

"Selama sebulan penuh kita melakukan kampanye dalam berbagai bentuk, misalkan dialog di media massa, penyebaran pamflet, stiker dan sosialisasi langsung di masyarakat,"katanya.

Adapun tanda-tanda seseorang menderita penyakit TB, di antaranya batuk terus menerus selama dua minggu, terdapat dahak atau lendir yang cukup banyak, bahkan terdapat bercak darah, sesak napas, lemah dan kurang nafsu makan serta berkeringat pada malam hari.

Bagi masyarakat yang merasa memiliki gejala seperti itu, diminta segera berobat ke puskesmas terdekat dan akan diberi obat TB tanpa dipungut biaya (gratis). (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita