Selasa, 22 Mei 2012
PPNP: Gelombang Palabuhanratu 1 Meter
Minggu, 03 April 2011 11:57
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/4 (SIGAP) - Kepala Pelabuhan Perikan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Jawa Barat Arief Rahman mengungkapkan, di awal April ini tinggi gelombang laut di dalam teluk Palabuhanratu hanya mencapai 1 meter.

Arief kepada ANTARA, Minggu (3/4) mengatakan, dari hasil pemantauan kami dan koordinasi dengan Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasuki awal bulan ini tinggi gelombang hanya 1 meter.

Arief menjelaskan, rendahnya gelombang di Palabuhanratu karena sudah memasuki angin timur dan kemarau yang menyebabkan gelombang menjadi rendah, selain itu kecepatan angin yang hanya 10 knot tidak bisa mempengaruhi tinggi gelombang.

"Dibandingkan beberapa bulan ke belakang, tinggi gelombang saat ini sangat rendah, yang biasanya bisa mencapai 3 meter," jelasnya.

Ditambahkannya, dengan gelombang yang rendah ini dan cuaca yang cerah banyak digunakan nelayan Palabuhanratu untuk kembali melaut. Selain itu, banyak nelayan kecil yang asalnya tidak bisa melaut sekarang sudah bisa melaut lagi.

Lebih lanjut, diperkirakan kondisi seperti ini akan berangsur sampai pertengahan tahun ini, namun menurutnya jika turun hujan deras tinggi gelombang bisa mencapai dua meter tetapi itu tidak berlangsung lama.

"Jika cuaca kembali cerah bahkan tidak ada hujan maka gelombang tidak akan ada gelombang," tambahnya.

Untuk tinggi gelombang di luar teluk, Arief mengungkapkan tingginya bisa mencapai dua meter bahkan lebih tergantung cuaca pada saat itu.

"Tetapi sampai hari ini gelombang laut baik di dalam maupun di luar teluk masih dalam ambang normal," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Seketaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi, Tendi Sudama mengatakan, dengan kondisi cauca yang mendukung dan tinggi gelombang laut yang tidak begitu tinggi ribuan nelayan di Sukabumi sudah kembali melaut.

Tapi dari hasil melaut tersebut tangkapan ikan masih minim, karena masih masuk pada musim paceklik.

"Walaupun ribuan nelayan sudah kembali melaut tapi hasilnya masih sedikit, tetapi jika dibandingkan bulan-bulan hasil tangkapan sudah mulai meningkat," tandasnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita