Selasa, 22 Mei 2012
Pedagang Sayur Bengkulu Keluhkan Harga Rendah
Minggu, 03 April 2011 09:57
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/4 (SIGAP)- Pedagang sayur di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu dua pekan terakhir mengeluhkan rendahnya harga beli masyarakat, sehingga stok sayur menumpuk.

Rendahnya harga beli masyarakat itu karena pasokan sayur dari petani perorangan dari ladang "membanjiri" pasar daerah ini, sehingga pembeli cendrung membeli sayur petani tersebut, kata Ranah, pedagang sayur di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, Minggu.

Harga sayur tingkat pedagang rata-rata di atas Rp5.000 per kilogram, sedangkan harga pedagang dadakan dari ladang separuhnya, sehingga sayur banyak tidak terjual.

"Kami setiap hari membuang sayur jenis kol/kubis dan sawi putih akibat tidak terjual, sedangkan sayur itu dibeli dari pedagang sentra produksi Rejang Lebong dan Kepahiang," katanya.

Walau ada yang beli sayur dari Rejang Lebong itu namun jumlahnya terbatas, bila dibadingkan sebelumnya rata-rata terjual di atas 500 kilogram per hari.

Setiap hari sayur tersebut disortir agar selalu terlihat segar, sedangkan sortiran itu diminta warga peternak ikan dan ternak kambing secara gratis dalam jumlah banyak.

Ia mengaku setiap hari ditegur petugas kebersihan pasar karena tumpukan sayur tidak terjual itu cukup banyak, sehingga merepotkan mereka untuk membuang ke bak sampah jauh dari lokasi itu.

Harga Kol/kubis dijual Rp5.500 per kilogram, sawi putih Rp4.000, terong panjang Rp5.000, wortel Rp6.000, kacang buncis Rp6.500, tomat Rp3.000 dan mentimun Rp2.000 per kilogram, sedangkan harga beli pada tingkat pedagang dari Rejang Lebong di atas harga tersebut.

Harga cabai merah kriting dijual Rp22 ribu, cabai rawit Rp20 ribu, sawi pangsit Rp750 per ikat, kangkung/daun singkong Rp500 per ikat dan pucuk lumai Rp800 per ikat.

Pedagang sayur dadakan dari ladang Sukman mengatakan, pihaknya menjual harga rendah tidak masalah karena sayur di kebun cukup banyak, terutama pada musim penghujan saat ini semua sayur tumbuh subur.

"Dari pada dibuang jadi sampah lebih baik kami jual ke pasar dengan menggunakan sepeda motor termasuk cabai merah keriting hanya dijual Rp20 ribu per kilogram,"ujarnya.

Kasi Perdagang Dinas Perdagangan Kota Bengkulu Rahman mengatakan, pasokan sayur disetiap pasar daerah ini sekarang cukup banyak, sehingga harganya anjlok dan banyak pedagang terancam gulung tikar.

Padahal harga sayur tersebut sempat melambung tinggi, terutama harga cabai rawit mencapai Rp60 ribu dan cabai merah kriting pernah mencapai Rp70 ribu per kilogram, ujarnya.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita