Selasa, 22 Mei 2012
Menko Kesra Serahkan Bantuan Rp300 Juta Korban Banjir Medan
Sabtu, 02 April 2011 08:05
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/4 (SIGAP) - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyerahkan bantuan sebesar Rp300 juta untuk membantu warga Kota Medan yang menjadi korban banjir.

Bantuan yang diterima langsung Wali Kota Medan Rahudman Harahap itu diserahkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono ketika transit di Bandara Polonia Medan, Sabtu (2/4), sebelum menuju Aceh.

Agung mengatakan, pihaknya menghargai upaya yang telah dilakukan Pemkot Medan dalam mengatasi banjir termasuk mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman.

"Karena itu pemerintah membawa bantuan untuk membantu Pemkot Medan menangani korban banjir," katanya.

Agung mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari Wali Kota Medan Rahudman Harahap bahwa banjir terjadi karena adanya penebangan hutan dan pendangkalan sungai.

"Untuk kepentingan jangka panjang, kami akan menurunkan tim asesmen untuk meneliti tingkat kerusakan dan penyebab banjir tersebut," katanya.

Asesmen diperlukan untuk mengetahui kebijakan yang perlu diambil seperti pembuatan tanggul pengendali air dan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.

Menurut Agung, musibah banjir yang terjadi itu merupakan akibat ulah manusia yang tidak mempedulikan kelestarian lingkungan hidup.

Agung mencontohkan praktik penebangan hutan secara liar dan pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan banjir.

"Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran dan kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dukungan masyarakat sangat penting," kata Agung.

Dirinya mengharapkan warga Kota Medan yang berada di bantaran sungai untuk pindah agar tidak terus menjadi korban banjir jika terjadi luapan sungai.

"Pemkot Medan perlu mencari solusi seperti menyediakan lahan baru atau perumahan. Mungkin bisa berbentuk rusunawa (rumah susun sederhana sewa," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan, pihaknya belum mengetahui jumlah rinci wilayah yang dilanda banjir termasuk kerusakan dan kerugian yang timbul akibat musibah tersebut.

"Masih didata tim. Ada tiga tim (yang dibentuk - red.)," katanya.

Rahudman juga menyatakan belum menetapkan kebijakan untuk perbaikan akibat banjir karena masih menunggu hasil inventarisasi tim tersebut.

Ratusan bahkan ribuan rumah di Kota Medan dilanda banjir pada Jumat (1/4) yang diawali turunnya hujannya sejak Kamis (31/3) petang hingga malam hari.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Medan Khairul Buhari mengatakan, banjir itu telah merendam sedikitnya tujuh dari 21 kecamatan di daerah ini.

Ketujuh kecamatan itu masing-masing Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Petisah, Medan Johor, dan Kecamatan Medan Maimun.

"Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, banjir di tujuh kecamatan itu disebabkan meluapnya beberapa sungai di Kota Medan," katanya.

Rahudman mengatakan, pihaknya belum menemukan ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut. "Belum ada laporan soal korban jiwa, sementara kerugian materi masih terus didata," kata Khairul Buhari. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita