Selasa, 22 Mei 2012
Jalan Sepanjang 1.777 KM Di Jatim Rusak
Jumat, 01 April 2011 06:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/4 (SIGAP) - Jalan raya sepanjang 1.777,48 kilometer di Provinsi Jawa Timur mengalami kerusakan mulai dari sedang hingga berat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim, Gentur Prihantoro, di Surabaya, Jumat (1/4) mengatakan, panjang jalan keseluruhan di daerahnya mencapai 2.000,98 kilometer.

Dari total panjang jalan itu, yang mengalami kerusakan sedang sepanjang 1.379,20 kilometer, rusak ringan (372,00 kilometer), dan rusak berat (26,28 kilometer), sedangkan kondisi jalan masih baik sepanjang 223,50 kilometer.

"Tidak semua jalan yang rusak itu bisa kami perbaiki karena anggaran pemeliharaan yang kami punya sangat terbatas," kata Gentur.

Dirinya menyebutkan, dana pemeliharaan jalan yang dianggarkan dalam APBD Tahun 2011 sebesar Rp95,916 miliar. Dana itu digunakan untuk perbaikan struktur dan peningkatan kapasitas jalan provinsi.

Dana itu kemudian akan disalurkan ke 12 unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di Jatim sesuai tingkat kerusakan jalan.

Dinas PU Binamarga hanya akan memprioritaskan perbaikan jalan yang memang benar-benar rusak parah. "Perbaikan yang dilakukan mungkin sebatas penambalan," katanya.

Jalan yang mengalami kerusakan berat itu terdapat di 10 ruas, di antaranya Ploso-Kertosono sepanjang 3,09 kilometer, Sampang-Ketapang (2,77 kilometer), Sumenep-Pantai Lumbang (4,22 kilometer), dan Blitar-Pantai Serang (6 kilometer).

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jatim, Irwan Setiawan mengatakan, anggaran untuk penyelenggaraan infrastruktur dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Dalam APBD 2009 dialokasikan sebesar Rp260 miliar. Kemudian APBD 2010 turun menjadi Rp227 miliar dan APBD 2011 hanya Rp218 miliar.

"Anggaran tersebut tak sebanding dengan kondisi jalan provinsi di Jatim. Idealnya alokasi untuk perbaikan jalan setiap tahun senilai Rp779 miliar," katanya.

Menurut Irwan, anggaran tersebut berdasakan hitung-hitungan jalan provinsi yang mengalami degradasi sekitar 136 kilometer atau 6,8 persen per tahun. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita