Selasa, 22 Mei 2012
Masyarakat Pulau Balakbalakang Kesulitan Air Bersih
Jumat, 01 April 2011 03:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/4 (SIGAP) - Masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan Kecamatan Balakbalakang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, yang berjumlah 2000 jiwa, masih kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Camat Balakbalakang, Muhammad Ali, di Mamuju, Kamis (31/3) mengatakan, warga yang ada di kepulauan Balakbalakang masih banyak yang belum memiliki sarana pengadaan air bersih untuk kebutuhan hidupnya sehingga masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Dirinya mengatakan, selama bertahun-tahun, masyarakat di Kecamatan Balakbalakang yang memiliki sekitar 13 gugusan pulau terletak sekitar 30 mil di perairan Sulawesi dari wilayah Kabupaten Mamuju, tidak menikmati sarana air bersih.

Karena, katanya, masyarakat di Kecamatan Balakbalakang yang ditempuh dengan perjalanan laut selama 10 jam dengan penduduk yang umumnya berprofesi sebagai nelayan, kurang mendapat perhatian pemerintah di Kabupaten Mamuju.

"Masyarakat Kecamatan Balakbalakang, yang memiliki dua Desa yakni Balakbalakang dan Balakbalakang Timur, hanya separuh pulaunya memiliki sarana air bersih, sedangkan selebihnya belum memiliki sarana air bersih sehingga mereka sulit memenuhi kebutuhan hidupnya akan air bersih," katanya.

Menurutnya, sebanyak tiga pulau di wilayah Kecamatan Balakbalakang telah memiliki sarana fasilitas pengadaan air bersih dari pemerintah yakni di pulau Salissingan, Ambo, dan pulau Pepoongan, sehingga masyarakat di pulau itu mampu memenuhi kebutuhan air bersih.

Sementara, kata Ali, ratusan KK masyarakat lainnya yang bermukim di pulau Laria dan sejumlah pulau lainnya di Kecamatan Balakbalakang belum memiliki sarana air bersih untuk masyarakatnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar pemerintah di Kabupaten Mamuju dapat membantu masyarakat di kecamatan Balakbalakang dengan membangun sarana air bersih di pulau Laria tersebut.

Karena, kata Ali, apabila di pulau itu dibangun sarana air bersih, maka kebutuhan air bersih masyarakat di pulau lainnya di Kecamatan Balakbalakang dapat terpenuhi.

Dijelaskan Ali, selama ini, masyarakat pulau Laria dan pulau kecil lainya hanya mengambil kebutuhan air minum di pulau lainnya di Kecamatan Balakbalakang yang telah memiliki saran air bersih, sedangkan untuk mandi dan mencuci masyarakat di pulau Laria harus mengandalkan air hujan, yang tak tentu datannya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita