Selasa, 22 Mei 2012
Pemerintah Petakan Daerah Rawan Bencana di Indonesia
Kamis, 10 Juni 2010 07:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/6 (SIgap) - Pemerintah telah memetakan daerah-daerah yang masuk kategori rawan bencana di Indonesia agar bisa diambil tindakan pencegahan dan mengurangi kerugian dan korban yang ditimbulkan.

"Cilacap menjadi salah satu daerah rawan banjir di Jawa Tengah sedangkan di Jawa Timur ada di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo, sedangkan daerah rawan gempa terdapat di Nanggroe Aceh Darussalam sampai Nusa Tenggara Timur, Manado, Maluku, Padang, dan Bengkulu," kata Kepala Biro Perencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Fatchul Hadi, kepada Antara, di Semarang, Rabu.

Hal tersebut diungkapkannya di sela acara Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana se-Indonesia yang berlangsung 8-10 Juni 2010 dan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo didampingi Kepala BNPB Dr. Syamsul Maarif.

Ia menjelaskan, pemerintah sangat perhatian terhadap suatu daerah yang dilanda bencana meskipun dengan skala prioritas dalam penanganannya. "Terdapat anggaran dana cadangan penanggulangan bencana alam dalam APBN yang besarannya mencapai Rp3-3,5 triliun dan akan digunakan pada saat keadaan darurat," ujarnya didampingi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Priyadi Kardono.

Menurut dia, dana yang diberikan untuk penanggulangan bencana alam biasanya antara Rp100-300 miliar dan sisanya akan dipakai membantu ke daerah yang meminta dana rehabilitas serta rekonstruksi yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Ia menjelaskan, maksud dan tujuan dari Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana se-Indonesia yang diikuti oleh 33 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Provinsi ini adalah untuk mengkonsolidasikan program dan kegiatan sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2010-2014.

Abdullah Maky, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, kepada tim Sigap, Kamis (10/6) menyambut baik adanya pemetaan daerah rawan bencana ini. “Sosialisasi kepada masyarakat secara intens perlu diagendakan. Karena hal ini sangat membantu masyarakat mengantisipasi bencana,”katanya. (Laporan Sofyan Badrie)

 

Arsip Berita