Selasa, 22 Mei 2012
Bupati Lebak Imbau Warga Waspadai Longsor
Kamis, 31 Maret 2011 06:08
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 31/3 (SIGAP) - Bupati Lebak H Mulyadi Jayabaya, di Rangkasbitung, Kamis (31/3) mengimbau warganya mewaspadai longsor menyusul 3 penambang emas "liar" tertimbun tanah sedalam 10 meter di Kecamatan Cibeber.

Kewaspadaan tersebut untuk mencegah korban jiwa karena cuaca hujan meningkat selama beberapa pekan terakhir.

Mulyadi mengatakan, pemerintah daerah sudah mengeluarkan surat imbauan tentang kewaspadaan bencana alam, mengingat wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan longsor dan banjir.

Surat imbuan tersebut disampaikan mulai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kecamatan, desa dan kelurahan.

Selama musim hujan, kata Mulyadi, warga harus meningkatkan kewaspadaan karena letak geografisnya Kabupaten Lebak berbukit terjal serta pegunungan.

Selain itu, juga terdapat delapan daerah aliran sungai (DAS) dan ratusan anak sungai.

"Kami berharap pada musim hujan seperti sekarang ini warga selalu waspada bila hujan deras hingga terus menerus," ujarnya.

Mulyadi menyebutkan, saat ini jumlah desa rawan longsor tercatat 41 desa tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Muncang, Cibeber, Bojongmanik, Bayah, Panggarangan dan Cimarga.

Daerah tersebut, kata Mulyadi, kerapkali terjadi longsoran tanah jika hujan deras karena lokasinya berada pada dataran tinggi dan berbukit terjal serta pegunungan.

Begitu pula penambang emas liar maupun penggalian pasir diminta tidak melakukan aktivitas eksploitasi.

Saat ini, lanjut Mulyadi, banyak para penambang emas maupun pasir di Kabupaten Lebak menjadi korban longsoran tanah hingga meninggal dunia.

"Dengan imbauan ini diharapkan mereka bisa mentaati juga dapat meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Sementara itu, Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Widoni Fedri mengatakan, pihaknya terus menertibkan lokasi-lokasi penambangan emas liar, selain merusak lingkungan hutan dan lahan juga membahayakan keselamatan jiwa mereka.

Apalagi, saat ini curah hujan meningkat dan dikhawatirkan longsoran tanah.

Terkait hal ini menegaskan, pihaknya akan bertindaktegas terhadap penambang emas jika mereka melakukan aktivitas penambangan kembali. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita