Selasa, 22 Mei 2012
"Jampersal" Gakin Kota Malang Segera Direalisasi
Kamis, 31 Maret 2011 04:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 31/3 (SIGAP) - "Jaminan persalinan" (Jampersal) bagi keluarga miskin (gakin) di Kota Malang, Jawa Timur, segera direalisasikan, bahkan tahun ini sudah bisa dilaksanakan atau dinikmati para gakin yang melahirkan.

Demikian dikatakan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Rohana, Kamis (31/3).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pihaknya saat ini hanya tinggal menunggu turunnya surat keputusan (SK) pelaksanaan Program Jampersal tersebut.

"Aturan pemberlakuan jampersal ini sudah dibuat di pusat dan kami yang ada di daerah tinggal menunggu SK pelaksanaannya. Mudah-mudahan saja segera turun, agar tahun ini sudah bisa dilaksanakan," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, layanan kesehatan bagi gakin juga sudah dikover oleh program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dengan anggaran dari pemerintah pusat dan jaminan kesehatan daerah (jamkesda) yang anggarannya dari APBD setempat.

Lebih lanjut Rohana mengatakan, jika program jampersal ini direalisasikan, maka ribuan gakin Kota Malang yang melakukan persalinan tidak akan dikenakan biaya sama sekali, dengan catatan untuk persalinan di kelas III.

Menyinggung anggaran yang disiapkan untuk program jampersal tersebut, Rohana mengatakan, semua persalinan yang menggunakan program jampersal ditanggung oleh pemerintah pusat, sehingga seluruh biaya yang telah dikeluarkan rumah sakit langsung diklaimkan ke pemerintah pusat.

Sementara itu dalam waktu dekat ini Pemkot Malang juga akan membangun rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pemegang kartu jamkesmas maupun jamkesda. Sebab, selama ini warga yang menggunakan jamkesmas maupun jamkesda layanan kesehatannya dirujuk ke RST Soepraoen.

Pembangunan rumah sakit rujukan jamkesmas dan jamkesda tersebut akan direalisasikan tahun ini (2011). Lokasi rumah sakit tersebut di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang dengan luas lahan sekitar lima hektare.

"Anggaran untuk pembangunan RS Tipe D ini disiapkan dari daerah yang dibantu pemerintah pusat. Sekarang kita sedang menyiapkan personel medisnya (para medis), baik dokter umum, dokter spesialis, perawat maupun bidannya," kata Kepala Dinkes Kota Malang Enny Sekar Rengganingati.

Semula Pemkot Malang menyiapkan lahan untuk RS rujukan jamkesmas dan jamkesda tersebut di wilayah barat, namun akhirnya dialihkan ke wilayah timur yang memang belum ada rumah sakitnya, sehingga warga di kawasan Malang timur kesulitan menjangkau layanan rumah sakit.

Selain itu, yang menjadi pertimbangan pemkot adalah sudah adanya beberapa rumah sakit di wilayah barat kota, yakni RSI Unisma di Dinoyo, RS Bersalin Husada Bunda dan RS pendidikan Universitas Brawijaya (UB) di Jalan Soekarno Hatta serta RS Muhammadiyah di Tlogomas. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita