Selasa, 22 Mei 2012
Provinsi Bali Terima Rp1,2 Miliar Dana PUMP
Kamis, 31 Maret 2011 04:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 31/3 (SIGAP) - Provinsi Bali menerima dana program pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk periode pertama 2011 sebesar Rp1,2 miliar.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali I Gusti Putu Nuriatha di Denpasar, Kamis (31/3) mengatakan, dana sebesar itu akan dibagikan kepada 24 kelompok usaha pengolahan produk perikanan.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, 24 kelompok itu berasal dari 3 kabupaten di Pulau Dewata, yakni Kabupaten Klungkung, Buleleng dan Badung.

Untuk tahap awal, ucapnya, setiap satu kabupaten hanya delapan kelompok saja yang menerima dana program tersebut.

"Setiap kelompok akan menerima dana sekitar Rp50 juta yang harus dimanfaatkan untuk pengembangan usahanya," ujarnya.

Nuriatha mengatakan, setelah tahap awal ini berhasil maka tahun 2012 jumlah kelompok penerima PUMP akan ditingkatkan tidak hanya dari tiga kabupaten itu.

Menurutnya, saat ini setidaknya ada 223 unit usaha pengolahan produk perikanan skala kecil di Pulau Dewata. Mereka kata Nuriatha, secara umum mengalami kendala dalam hal permodalan dan keterampilan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Victor PH Nikijuluw mengatakan, dana PUMP seluruhnya Rp396 miliar untuk tiga bidang kegiatan, yakni penangkapan, budidaya serta pengolahan dan pemasaran produk perikanan.

Victor mengatakan, dana tersebut disalurkan kepada kelompok sasaran usaha berskala kecil yang bergerak di tiga bidang tersebut. Untuk saat ini hanya difokuskan pada 200 kabupaten saja.

Jika program pada tahun pertama itu berhasil, ujarnya, maka tahun kedua target kelompok dan kabupaten penerima ditingkatkan menjadi tiga kali lipat.

"Melalui program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelompok usaha itu menjadi lebih besar," katanya.

Victor menjelaskan, khusus untuk dana pengolahan produk perikanan, tercatat disalurkan kepada 408 kelompok di seluruh Tanah Air. Setiap kelompok memperoleh dana Rp50 juta. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita