Selasa, 22 Mei 2012
Pasokan Bawang Merah Dari Brebes Mulai Lancar Di Bandarlampung
Kamis, 31 Maret 2011 03:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 31/3 (SIGAP) - Pasokan bawang merah asal Brebes, Jawa Tengah yang sempat tersendat sejak beberapa bulan terakhir, saat ini mulai lancar dan mulai memenuhi pasar tradisional di Bandarlampung.

Hal ini dikatakan Sali, pedagang sayur-mayur di Pasar Tani Kemiling Bandarlampung, Kamis (31/3).

Sali menyebutkan, harga bawang merah Rp20.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding bawang merah impor asal Vietnam dan Filipina sekitar Rp17.000-Rp18.000 per kilogram, yang beberapa pekan lalu sempat mencapai Rp23.000 per kilogram.

Menurutnya, sejak beberapa bulan terakhir bawang merah impor asal Vietnam dan Filipina "membajiri" pasar-pasar di Lampung, terutama Kota Bandarlampung, karena pasokan dari dalam negeri berkurang sejak beberapa bulan terakhir.

Pasokan bawang merah asal Brebes, Jawa Tengah, maupun produksi lokal sempat berkurang karena belum musim panen, sehingga bawang asal luar banyak yang masuk, katanya.

Namun bawang merah lokal asal Brebes dan produksi lokal Lampung sejak beberapa hari terakhir mulai lancar sehingga bersaing dengan produk impor.

Sali menjelaskan, untuk kualitas bawang merah asal Vietnam cukup bagus dan besar-besar dibanding produksi petani di Lampung, namun kualitasnya masih di bawah bawang asal Brebes.

Sementara itu, Ida, pedagang sayur-mayur di pasar Kangkung menuturkan, pasokan bawang merah asal Brebes sempat tersendat, sedang produksi lokal di Lampung juga menurun.

Menurut penyalur besar bawang merah, pasokan dalam beberapa pekan terakhir tersendat akibat panen yang kurang memuaskan dari daerah penghasil bawang merah seperti Brebes.

Tersendatnya pasokan bawang merah juga akibat kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Lampung dan beberapa kawasan di Pulau Jawa rusak.

Rosmiati, warga Tanjungkarang Pusat mengatakan harga bawang merah sejak beberapa pekan lalu sempat bergerak naik, tetapi saat ini sudah mulai turun berkisar Rp17.000-Rp18.000 per kilogram, dibanding beberapa pekan lalu yang sempat mencapai Rp23.000 per kilogram. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita