Selasa, 22 Mei 2012
Curah Hujan Di NTT Diprediksi Masih Tinggi
Rabu, 30 Maret 2011 09:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/3 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Nusa Tenggara Timur, memprediksi potensi hujan masih tinggi hingga pertengahan April 2011 di wilayah kepulauan ini.

Kepala BMKG stasiun Klimatologi Klas II Lasiana Kupang, Ir Purwanto di Kupang, Rabu (30/3) mengatakan, tingginya curah hujan mencapai 200 mili meter itu akibat pengaruh La Nina yang masih berlangsung hingga bulan April.

"Di prediksi, curah hujan masih tinggi hingga pertengahan April karena NTT masih dipengaruh La Nina," katanya terkait hujan yang masih terus mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir ini.

Menurut Purwanto, pengaruh La Nina kemungkinan akan berlangsung hingga pertengahan April, dan disusul masa peralihan musim pada bulan Mei, sehingga masyarakat perlu waspada menjelang masa peralihan musim.

"Kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan, terutama keselamatan diri dan harta benda karena menjelang masa peralihan musim biasanya ditandai hujan deras dan angin kencang yang bisa merusak," paparnya Ia mengemukakan banjir di Sungai Benenai, Kabupaten Belu beberapa hari terkahir ini merupakan salah satu indikator dari fenomena alam basah tersebut, dan berpeluang terjadi di wilayah-wilayah dataran rendah seperti di Timor Barat.

Purwanto menyebut ciri-ciri dari musim pancaroba adalah adanya hujan turun secara sporadis pada pagi, siang dan malam hari.

"Jadi saat ini masih musim pancaroba atau transisi dari musim basah ke musim kering, sehingga menyebabkan hujan secara sporadis pada pagi atau siang atau malam hari dengan arah angin yang tidak menentu kadang dari arah Timur ke Barat dan kadang pula, dari arah Utara ke Selatan," tuturnya.

Di sisi lain, Purwanto juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan terbuka agar lebih waspada karena hujan deras disertai angin kencang bisa berubah menjadi bencana yang datangnya tidak bisa diprediksi.

"Angin kencang atau biasa disebut puting beliung biasanya melanda kawasan terbuka, seperti areal persawahan, lapangan sepak bola maupun daerah rendah di bawah perbukitan, sehingga masyarakat harus waspada," ujarnya.

Selain hujan deras dan angin kencang, Purwanto juga meminta masyarakat terutama nelayan waspada karena potensi gelombang laut yang tinggi cukup besar, sehingga bisa membahayakan aktivitas di sungai maupun laut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita