Selasa, 22 Mei 2012
Sebanyak 1.447 Warga Mengungsi Akibat Banjir Di Belu
Rabu, 30 Maret 2011 07:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/3 (SIGAP) - Sebanyak 374 kepala keluarga atau 1.447 jiwa warga Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengungsi akibat banjir yang menerjang perkampungan mereka sejak Senin (28/3).

"Jumlah tersebut belum termasuk warga dari tiga desa yakni Desa Mota'Ain, Sikun dan Fofoe," kata Jhon Blegur, seorang petugas Puskesmas setempat, Rabu (30/3).

Warga di tiga desa ini belum bisa didata dan belum diketahui di mana lokasi pengungsian karena para petugas belum bisa menjangkau tiga desa itu akibat terhalang banjir yang masih terus terjadi di daerah itu.

Menurut Jhon Blegur, tidak ada alternatif jalan menuju ke tiga desa itu, kecuali menggunakan speedbood untuk menyeberangi sungai.

"Sampai sekarang masih terjadi banjir besar. Airnya memang tidak setinggi seperti saat tanggul jebol beberapa hari lalu," katanya.

Mengenai lokasi pengungsian warga, dia mengatakan, lokasi pengungsian saat ini dipusatkan di empat titik yang dianggap aman karena berada di ketinggian.

Wakil Bupati Belu Lodovikus Taolin yang dihubungi terpisah mengakui belasan desa dari 36 desa di hilir Sungai Benenai, Kabupaten Belu, terendam banjir karena empat sungai besar di kawasan cagar alam Mutis meluap. Akibatnya, ribuan warga desa itu harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Belasan desa yang terendam banjir itu adalah Desa Alas Selatan Lalu, Desa Railor dan Desa Naimana (Kecamatan Malaka Barat), Desa Kleseleon, Motaulun, Umatoos, Lasaen, Fafoe, Sikun dan Oanmane (Kecamatan Weliman), Desa Forekmodok, Angkaes, Wederok dan Umalawain.

Dirinya menjelaskan, banjir kiriman itu berasal dari Sungai Noelmina yang berhulu di Desa Nenas dan Sungai Noelfael dengan hulu di Desa Nuapin, Kabupaten Kupang.

Banjir kiriman lain berasal dari sungai Noelbessi, berhulu di Desa Tasinifu, Kabupaten Timor Tengah Utara, semuanya bermuara ke hilir sungai Benenain di Kabupaten Belu hingga meluap dan menimbun rumah dan kebun warga.

Mengenai bantuan, dia mengatakan, pihaknya telah mengirim bantuan bahan makanan ke lokasi bencana disertai petugas untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan pertolongan.

Jhon Blegur menambahkan, desa-desa di hilir Sungai Benenain itu setiap tahun selalu dilanda banjir kiriman, tetapi banjir yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini merupakan terbesar selama lima tahun terakhir. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita