Selasa, 22 Mei 2012
Penerima KUR Di Lampung Sebanyak 27.059 Debitur
Rabu, 30 Maret 2011 06:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/3 (SIGAP) - Pemimpin Bank Indonesia Bandarlampung, I Made Subaga Wirya di Bandarlampung, Rabu (30/2) mengatakan, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Lampung sampai dengan akhir 2010 mencapai Rp479,277 miliar disalurkan kepada 27.059 debitur.

Menurutnya, angka itu tumbuh 42,71% dibanding pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 20,61%.

Made didampingi Peneliti Ekonomi Muda Senior BI, Haryanto Papsa, menjelaskan fenomena ini didukung dengan dikeluarkannya addendum III pada September 2010 dengan perubahan ketentuan plafon KUR Mikro menjadi Rp20 juta.

Kemudian adanya pengaturan kelonggaran dalam pengajuan skim KUR mikro, yang tidak perlu melampirkan keterangan Sistem Informasi Debitur (SID).

Selain itu, terdapat skim KUR untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan maksimum penjaminan pemerintah 80% turut mendorong kenaikan realisasi Kredit Usaha Rakyat pada 2010.

Pemimpin BI Bandarlampung itu menjelaskan, jumlah net-ekspansi KUR di Lampung periode September - Desember 2010 mencapai 94,21 miliar.

Secara nasional pangsa realisasi KUR Provinsi Lampung tidak mengalami perubahan dengan menempati posisi 9 di bawah Provinsi Riau yang mengalami penurunan 2 peringkat menjadi 8 pada 2010 dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, pangsa realisasi KUR Provinsi Lampung terhadap Nasional pada Desember 2010 sebesar 3,10%.

Menurut Made, untuk wilayah Sumatra Bagian Selatan, realisasi KUR Provinsi Lampung menempati peringat 2 setelah Sumatra Selatan dengan pangsa mencapai 39 persen, diikuti oleh Provinsi Bengkulu dan Bangka Belitung.

Dalam perkembangannya, pangsa realisasi KUR di Provinsi Lampung masih didominasi kredit jenis modal kerja dengan pangsa 87,50%.

Kondisi ini dapat diindikasikan bahwa KUR banyak direalisasikan untuk unit usaha kategori mikro, yang pada umumnya membutuhkan kredit modal kerja.

Informasi ini didukung oleh data jumlah debitur terbesar penerima KUR di Provinsi Lampung adalah sektor perdagangan, restoran dan hotel, dengan jumlah mencapai 17 ribu debitur. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita