Selasa, 22 Mei 2012
KLH: Pemkab Lebak Targetkan Raih Adipura 2011
Rabu, 30 Maret 2011 04:20
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/3 (SIGAP) - Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Lebak, Babay Imroni di Rangkasbitung, Rabu (30/3) mengatakan, pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan meraih penghargaan Adipura 2011, karena sejumlah titik pantauan di Rangkasbitung memperoleh penilaian cukup bagus yang dilakukan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"Kami sudah mengumpulkan skor nilai 70,64 dan jika penilaian April bertambah 3,94 dipastikan Adipura dapat kita raih karena totalnya mecapai 73," jelas Babay.

Babay mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lebak selama tiga tahun terakhir terus mengoptimalkan program Jumat bersih serta Jumat Terpadu dengan melakukan kebersihan di pasar, terminal, sekolah, tempat pembuangan akhir (TPA), perkantoran, perumahan, dan lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Penghijauan dengan menggerakkan penanaman aneka jenis pohon di ruas Jalan Protokol, Perumahan Narimbang dan Mandala sebagai titik pantauan Adipura.

Selain itu juga menata Kota Rangkasbitung sebagai kota bersih, indah, nyaman dan tertib.

"Dengan program itu tentu diharapkan piala Adipura bisa direbut kembali ke Lebak, karena tahun 1980-an Lebak pernah meraih juara Adipura," ujar Babay sambil menjelaskan.

Menurutnya, selama ini partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sudah tumbuh dengan terbukti di pemukiman penduduk maupun tempat keramaian terpenuhi tong sampah dan penampungan sampah.

Selain itu juga mereka memiliki sarana pengangkut baik angkutan kendaraan juga gerobak sampah.

Sebab kebersihan lingkungan tentu melibatkan semua komponen masyarakat dan pemerintah.

Pemerintah daerah terus menyebarkan tong sampah di sejumlah titik pantauan Adipura sebanyak 124 unit dan 20 gerobak sampah.

Penyebaran sarana kebersihan tersebut diharapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan meningkat.

"Jika Kota Rangkasbitung sebagai kota taman, bersih dan hijau tentu akan berdampak positif terhadap kemajuan pembangunan yang berkelanjutan, terlebih pemerintah daerah akan menerapkan pembangunan berbasis lingkungan," katanya.

Dirinya juga menyebutkan, untuk menuju kota taman, bersih dan hijau pihaknya terus memberikan penyuluhan dan sosialisasi terhadap siswa sekolah dan masyarakat Rangkasbitung tentang gerakan kebersihan lingkungan dan penghijauan.

Karena itu, pihaknya optimistis tahun 2011 Kabupaten Lebak meraih Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Apalagi, Kabupaten Lebak hanya tinggal mengumpulkan nilai poin 3,94 dan kini sudah terkumpul dengan total 70,64.

"Jika nilai poin itu bertambah maka terkumpul 73 poin dan dipastikan Lebak meraih Adipura," katanya.

Babay menambahkan, lomba Adipura sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan ekosistem lainnya, karena kebersihan lingkungan dapat mengantisipasi pemanasan global juga mencegah timbulnya berbagai penyakit.

Sementara itu, Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Asep Mauladi mengatakan, selama ini ribuan pohon telah ditanam dikiri dan kanan jalan Kota Rangkasbitung untuk mendukung gerakan penghijauan.

"Sekarang ruas jalan di Kota Rangkasbitung tampak hijau dan asri karena banyak tanaman pohon yang ditanam sebagai upaya penghijauan," ujarnya.

SIGAP mencatat, Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Pengertian kota dalam penilaian Adipura bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu.

Sementara, peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu Kota Metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa), Kota Besar (500.001 - 1.000.000 jiwa), Kota Sedang (100.001 - 500.000 jiwa) dan Kota Kecil (sampai dengan 100.000 jiwa). (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita