Senin, 21 Mei 2012
Rehabilitasi SDA Lereng Merapi Rp24 Miliar
Selasa, 29 Maret 2011 07:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/3 (SIGAP) - Rehabilitasi sumber daya air (SDA) di lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang rusak akibat bencana erupsi dan banjir lahar dingin diperkirakan mencapai Rp24 miliar.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Sleman Widi Sutikno, Selasa (29/3) mengatakan, bencana erupsi Gunung Merapi yang diikuti bencana skunder banjir lahar dingin mengakibatkan kerusakan prasarana sumber daya air (SDA) berupa talud, bendung dan jaringan irigasi yang mencapai 82 unit dengan luas areal incoran 8.145,48 hektare.

Menurutnya, untuk sementara ini diperkirakan biaya perbaikan kerusakan tersebut mencapai sekitar Rp24 miliar termasuk untuk perbaikan kerusakan mata air dan pipa jaringan distribusinya di sumber air "Umbul Wadon", "Umbull Bebeng" dan lainnya.

"Biaya untuk pemulihan sendiri diperkirakan mencapai lebih dari Rp19,5 miliar, ini belum termasuk kerusakan pascabanjir lahar dingin besar dalam sepekan ini," katanya.

Widi mengatakan, saat ini memang belum dapat dilakukan perbaikan karena banjir lahar dingin masih terus terjadi.

"Biaya yang cukup besar juga diperlukan terutama untuk pengkajian penyusunan desain konstruksi yang lebih aman," katanya.

Widi mengatakan, kerusakan SDA meliputi aliran pada bendungan atau jembatan yang tersumbat material vulkanik seperti batu besar, kerikil, pasir, lumpur, batang pohon yang hanyut dan rumpun bambu serta intake irigasi yang tertimbun material dengan ketebalan sekitar tiga meter lebih.

"Kerusakan terjadi pada konstruksi Dam, bendung dan jembatan dari klasifikasi sedang sampai runtuh total serta saluran irigasi juga banyak yang putus dan ambrol serta sawah dan sumber mata air yang tertimbun material vulkanik," katanya.

Dirinya menambahkan, beberapa permasalahan yang dihadapi dalam upaya pemulihan diantaranya prasarana SDA yang belum dapat berfungsi sehingga berpotensi pada terganggunya aktivitas ekonomi yang berbasis air.

"Pemulihan SDA sendiri baru bisa dilakukan setelah musim hujan berakhir karena saat ini masih rawan terjadi banjir lahar dingin. Sedangkan upaya penanganan yang dilakukan dengan membuka jembatan dari sumbatan material, mengembalikan aliran sungai yang berbelok dan berpindah serta membuat tanggul dan sarana prasarana darurat," katanya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita