Senin, 21 Mei 2012
Solo Dijadikan Pusat Percontohan Penataan PKL
Senin, 28 Maret 2011 07:08
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/3 (SIGAP) - Kota Solo akan dijadikan pusat percontohan penataan pedagang kaki lima (PKL) nasional, yang pembinaannya dilakukan Kementerian Perdagangan, Koperasi dan UKM dan Kementerian Dalam Negeri.

Kepala Pusdiklat Perdagangan Kementerian Perdagangan Ir Rahayu Budi MS saat memberi pengarahan pada pembukaan Diklat Membangun Jiwa Kewirausahaan dan Kepemimpinan Pedagang Pasar di Solo, Senin (28/3) mengatakan, pada Juli 2011 ketiga Kementerian itu akan melakukan kegiatannya dan menurutnya sekarang tengah dipersiapkan.

"Tahun lalu telah di lakukan Diklat pengelola pasar dan sekarang pedagang pasar, untuk berikutnya gantian buat PKL yang ada di luar pasar," katanya.

Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan bisa memberikan bekal kepada para pedagang untuk meningkatkan usahanya, dan sekaligus merubah nasibnya menjadi lebih baik lagi.

Untuk menjadikan percontohan PKL ini nantinya juga akan melibatkan bagi pengusaha-pengusaha nasional agar ikut membantunya baik dalam segi permodalan maupun manajemen dan lain-lain.

"Untuk Kementerian Perdagangan senbdiri nantinya juga siap memberikan bantuan seperti pembinaan PKL makanan dalam menyajikan makanan sehat dan bersih dan lain-lain," katanya.

Wali Kota Surakarta Ir Joko Widodo mengatakan, melalui kegiatan seperti diharapkan para pedagang yang terpilih mengikuti acara tersebut bisa menfataakan dengan sebaik-baiknya.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengangkat pedagang kecil yang ada di pasar-pasar. Untuk pasar-pasar tradisional yang ada sekarang telah dibangun dengan baik, tetapi juga perlu diimbangi sumber daya manusia pedagang untuk mampu bersaing dengan pasar modern," katanya.

Untuk sekarang ini di Solo telah ada 15 pasar tradisional yang telah dibangun dengan baik, Untuk itu diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memajukan usahanya.

"Para pedang setelah mendapat pelatihan ini semestinya tidak untuk diri sendiri tetapi juga diberikan ilmunya kepada pedagang yang lain juga agar bisa berkembang," pintanya.

Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 28 sampai 31 Maret 2011 yang diikuti oleh 60 peserta. (laporan Panji al husen/ant)

 

Arsip Berita