Senin, 21 Mei 2012
Warga Korban Jebolnya Situ Gintung Berharap Bantuan Rumah Segera Cair
Minggu, 27 Maret 2011 15:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/3 (SIGAP) - Warga Kampung Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mencairkan bantuan perbaikan rumah yang rusak akibat jebolnya tanggung Situ Gitung.

"Sampai saat ini, rumah korban akibatnya jebolnya bendungan gintung belum ada yang diberikan bantuan oleh BNPB," kata Ketua RT 04/RW 08 Kampung Gintung, Zaenudin di Tangerang, Minggu (27/3).

Dikatakan Zaenudin, Pemerintah menjanjikan untuk mengganti rumah korban jebolnya situ tersebut, yakni untuk rumah rusak parah Rp30 juta, sedang Rp15 juta dan ringan Rp5 juta, namun hingga 2 tahun berlalu bantuan tersebut belum ada kejelasan.

"Janji yang disampaikan di depan pejabat pemerintah seperti wali kota, gubernur hingga presiden tapi belum juga ada realisasinya, padahal warga sangat berharap bantuan tersebut," katanya.

Zaenudian juga menjelaskan, saat ini warga yang menjadi korban dan mengalami kerusakan rumah, sudah berangsur pulih dan kembali membangun rumahnya kembali dengan biaya dan bantuan pihak luar.

"Pascaperistiwa jebolnya tanggul, banyak bantuan yang diterima warga dari dana swadaya, namun nilainya tidak terlalu besar sehingga tempat tinggal yang dibangun pun alakadarnya," katanya.

Pantuan di lokasi bancana setelah dua tahun berlalu, tanggul Gintung sudah selesai dibangun, dan bangunan yang sebelumnya berada di dekat bendungan, sekarang sudah tidak ada karena disesuaikan dengan garis sepadan sungai.

Situ Gintung jebol pada 27 Maret 2009 sekitar pukul 02.00 WIB akibat meluapnya Kali Pesangerahan. Dalam perisitiwa itu sebanyak 97 korban meninggal dan ratusan warga hilang serta sebanyak 312 rumah hancur berantakan diterjang air.

Peristiwa Situ Gintung itu menghancurkan ratusan rumah penduduk akibat disapu air bah, tapi Masjid Jabal Rahma tetap kokoh padahal jaraknya hanya sekitar 20 meter dari tebing tanggul. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita