Senin, 21 Mei 2012
Walikota: Pemko Padang Prioritas Lestarikan Cagar Budaya
Minggu, 27 Maret 2011 15:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/3 (SIGAP) - Walikota Padang, Sumatera Barat, Fauzi Bahar, Minggu (27/3) mengatakan, Pemerintah Kota Padang memprioritaskan untuk pelestarian cagar budaya yang ada.

Dikatakan Fauzi, Kota Padang sangat banyak memiliki sejumlah bangunan cagar budya yang musti dijaga serta dilestarikan.

Berdasarkan data yang ada sebanyak 73 gedung kuno, bangunan kolonial Belanda dan objek wisata bersejarah di Kota Padang yang dilindungi, berdasarkan SK Walikota Padang Nomor 03 tahun 1998, tentang penetapan bangunan cagar budaya dan kawasan bersejarah di Kota Padang.

Fauzi menambahkan, namun akibat gempa 30 September 2009, sebanyak 52 unit Benda Cagar Budaya (BCB) Kota Padang mengalami kerusakan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp66,7 miliar.

Jenis BCB yang rusak terdiri atas Kantor Balaikota Padang, SMA Negri 1 Padang, SMP 1 Padang, Klenteng, Bank Japanise, Masjid Raya Ganting, Gedung Juang 45 dan gereja Katedral. Selain itu sejumlah bangunan lama di kawasan Pasa Gadang, Kelurahan Pasa Gadang Kecamatan Padang Selatan, juga rusak berat.

"Sejumlah BCB tersebut merupakan bangunan yang didirikan pada masa kolonial Belanda dan Jepang, sangat berharga sebagai aset budaya bersejarah Kota Padang,"katanya.

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, Pemko akan mencoba merevitalisasi kawasan Padang Kota Lama, sehingga menjadi objek daya tarik wisata yang menggambarkan kejayaan Padang Masa Lampu.

"Penataan kembali bangunan sejarah yang terancam hilang itu, perlu diprioritaskan. Tahap awal upaya pelestarian akan dipriori-taskan pada bangunan living monument, seperti masjid, perkantoran, sekolah, gereja, tempat aktivitas umum,"katanya.

Dirinya menambahkan, untuk pemilik bangunan tua yang hendak memperbaiki atau membangun kembali, pemerintah tidak akan melarangnya.

"Namun pemilik tersebut, harus tetap mempertahankan arsistektur aslinya bangunan tua tersebut," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita