Senin, 21 Mei 2012
P2PL: Dinkes Banten Minta 4 Daerah Waspadai DBD
Minggu, 27 Maret 2011 14:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/3 (SIGAP) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten meminta masyarakat, khususnya yang berada di 4 daerah rawan, mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada tiga bulan pertama setiap awal tahun.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Banten Didin Aliyudin di Serang, Minggu (27/3) mengatakan, kecenderungan pada 5 tahun terakhir kasus demam berdarah paling tinggi terjadi pada Bulan Februari, Maret dan April setiap tahun, terutama di tempat daerah rawan penyebaran penyakit itu.

Didin mengatakan, empat daerah di Banten yang rawan penyebaran penyakit DBD yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon.

Jumlah serangan DBD di empat daerah itu cukup tinggi, karena kemungkinan daerah perkotaan yang padat penduduk serta banyak barang-barang plastik dan genangan air yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

"Kami mengimbau semua daerah tetap harus waspada terhadap DBD, namun empat daerah harus menjadi prioritas karena rawan terhadap penyebaran penyakit tersebut," kata Didin.

Didin mengatakan, sejak 2006-2010, kasus penyakit tersebut tertinggi terjadi pada awal tahun yakni Februari dengan rata-rata kasus sekitar 490 kasus, Maret 465 kasus dan April terjadi 485 kasus.

Sedangkan kasus terendah pada lima tahun terakhir mulai Agustus hingga Desember setiap tahunnya dengan kisaran 229 kasus hingga 291 kasus.

"Kemungkinan karena masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sehingga banyak sarang nyamuk disekitar pemukiman warga karena banyak genangan air," kata Didin.

Drinya mengaku, belum menerima laporan resmi dari kabupaten/kota mengenai data kasus DBD pada awal tahun 2011, karela laporan tersebut biasanya setiap tiga bulan sekali.

"Laporan resminya belum ada, namun untuk Kota Cilegon saja, kita mendapat informasi, hingga pertengahan Maret 2011 sudah terjadi 98 kasus DBD dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak dua orang, dan sebagian besar warga Kecamatan Citangkil," katanya.

Sedangkan beradasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten kasus penyakit demam berdarah di wilayah Provinsi Banten sepanjang tahun 2010 sebanyak 4.652 kasusu dengan korban meninggal dunia sebanyak 40 orang. Jumlah kasus DBD terbanyak di Banten pada 2010 terjadi di Tangerang Selatan yakni sebanyak 1.227 kasus DBD.

Namun demikian, kasus DBD tahun 2010 di Banten menurun jika dibandingkan 2009, karena jumlah korban meninggal akibat DBD pada 2009 mencapai 70 orang.

Menurutnya, pencegahan paling utama terhadap penyakit DBD adalah pola hidup sehat dengan cara menjaga lingkungan agar bersih serta melaksanakan 3 M plus yakni, mengubur, menguras dan menutup tempat air serta plus melakukan penyemprotan disekitar lingkungan rumah yang dimungkinkan menjadi tempat sarang nyamuk penyebab DBD. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita