Senin, 21 Mei 2012
BMKG: Gelombang Perairan Banten Selatan Mencapai 2,5 Meter
Minggu, 27 Maret 2011 14:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/3 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprakirakan tinggi gelombang Perairan Banten Selatan pada Minggu malam hingga Senin (28/3) pagi mencapai 2,5 meter dengan jarak pandang 4 sampai 7 meter.

Analis pengamat cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang Hadiyanti, Minggu (27/3) menyebutkan, selama beberapa hari ke depan prakiraan tinggi gelombang Perairan Banten Selatan berkisar 1,2-2,5 meter dengan tiupan angin rata-rata 18 knot atau 36 kilometer per jam.

Tiupan angin bergerak dari arah barat daya dengan kecepatan berkisar 8-18 knot.

Tinggi gelombang mencapai 2,5 meter dan bergerak dari arah utara.

Cuaca berawan serta berpeluang hujan ringan dan sedang dengan intensitas 10-20 milimeter terjadi pagi hingga malam hari.

Selama ini, kata Hadiyanti, Perairan Banten Selatan meliputi Pantai Carita, Tanjunglesung, Panimbang, Sumur, Binuangeun, Suka Hujan, hingga Pelabuhanratu, Sukabumi cukup berbahaya bagi nelayan serta pelaku pelayaran.

"Kami minta nelayan perahu kecil juga kapal tongkang waspada karena cuaca memburuk dan bisa menimbulkan kecelakaan laut," ujarnya.

Menurut hadiyanti, selama ini BMKG belum mencabut peringatan kewaspadaan bagi nelayan, pelaku pelayaran juga pengunjung wisata laut.

Sebab tinggi gelombang di Periaran Banten Selatan berpeluang 2,5 sampai 3 meter dan angin rata-rata 18 knot.

Dengan begitu, kata Hadiyanti, nelayan perahu kecil agar tidak melakukan aktivitas melaut karena membahayakan keselamatan jiwa. Cuaca buruk yang melanda pesisir Banten Selatan selama beberapa hari ke depan sangat membahayakan dan bisa menimbulkan korban jiwa apabila melaut.

Sementara itu tinggi gelombang Perairan Selat Sunda bagian utara pesisir Ciwanda, Bojonegoro, Pulorida, Merak dan Anyer berkisar 0,8-1,6 meter juga waspada bagi nelayan dan pelaku pelayaran.

Gelombang bergerak dari arah utara dan tiupan angin juga dari arah barat daya dengan kecepatan rata-rata 16 knot atau 32 kilometer per jam.

"Selama ini pelayaran Kapal Ro-Ro yang melayani Pelabuhan Merak-Bakauheni diminta waspada karena tiupan angin mencapai 16 knot," jelasnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita